Kepala Desa Barugae Bone Aniaya Warganya
agar korban mau berdamai dengan para pelaku yang kasusnya sudah ditangani polisi.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ina Maharani
Oknum kepala desa tersebut mengeroyok warganya itu
tidak sendirian, melainkan bersama ketiga putranya.
Ironisnya, pihak keluarga korban terus mendapat tekanan dari sejumlah
aparatur desa lainnya yang berada di Kecamatan Lamuru, termaksud Camatnya
agar korban mau berdamai dengan para pelaku yang kasusnya sudah
ditangani polisi.
"Paman saya dikeroyok kepala desa dan ketiga anaknya hingga mengalami
luka memar dan patah tulang rusuk bagian kiri. Kelakuannya tidak seperti
layaknya kepala desa," kata Abdul salah satu keluarga korban, Kamis
(16/5/2013) kepada Tribun.
Ia menjelaskan, korban adalah pamannya bernama Andi Pamang (45) yang
kini dirawat secara tradisional sejak dua pekan lalu. Luka lebam
Pamannya juga masih menunjukkan luka lebam di bagian mata kanannya.
Andi Pamang kini belum bisa menafkahi keluarganya lantaran rasa sakit di
bagian rusuknya jika bergerak.
Abdul menjelaskan, kejadian itu terjadi sejak dua pekan lalu. Saat itu,
salah satu anak kepala desa bernama Marsan mengendarai motor disapah
oleh korban. Sapaan korban pun dianggap sebagai teguran sehingga Marsan
kembali ke rumahnya dan mengadukan hal itu kepada ayah dan saudaranya.
Kepala Desa M Nur dan ketiga anaknya, Marsan, Pandi dan Iwan langsung
mendatangi rumah korban di malam hari dan menganiaya korban di dalam
rumah kemudian menyeretnya keluar ke teras rumah. Aksi mereka berhenti
setelah salah satu warga yang melintas di depan rumah korban melerai
mereka.
"Mereka berempat datang ke rumah dan mengeroyoki paman saya. Paman saya
tidak bisa berbuat banyak karena kala itu ia hanya sendiri," kata Abdul.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Lamuru AKP Jumri Kari
menuturkan, pihaknya tengah memproses kasus tersebut. Ia menambahkan, kasus tersebut pada hakikatnya merupakan pertikaian
keluarga sehingga pihaknya masih mengupayakan mediasi.
"Kami akan proses seuai dengan hukum namun kami masih menunggu apakah
korban akan berdamai dengan pelaku apa tidak," kata pewira polisi
tersebut.