Bupati Bone Ancam Pecat Pejabat Pendidikannya
jika ingin dipertahankan sebagai Kepala UPTD, pengawas, dan kepala sekolah maka setiap jajaran pendidikan harus memperlihatkan kinerjanya.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ina Maharani
Kepala sekolah seakan mau lari dari tanggungjawab, demikian juga pengawas dan Kepala UPTD Pendidikan. Hal ini diungkapkan
Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dalam pertemuannya bersama seluruh
jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone yang terdiri Kepala
UPTD Pendidikan, pengawas, kepala bidang, kepala SD/Mi, SMP/MTs, SMA/MA,
SMK di islamic Centre Watampone, Kamis (16/5/2013).
"Saya berharap, semua guru dibidangnya menguasai betul apa yang harus
diajarkan, tanamkan kedisiplinan dan etika pada murid dan siswa. Untuk
dihormati dan disegani oleh murid, guru tidak perlu memukul. Saya tidak
mau dengar ada lagi guru memukul. Sekolah dan rumah guru serta semua
komponen dalam dunia pendidikan di Bone harus bersih, begitu juga
rumahnya," terang A Fashar.
Ia menyebutkan, jika ingin dipertahankan sebagai Kepala UPTD, pengawas,
dan kepala sekolah maka setiap jajaran pendidikan harus memperlihatkan
kinerjanya. Ia juga menekankan bahwa tahun depan pendidikan di Bone
harus meningkat sehingga pihaknya akan merangking guru dengan membuat
kompetensi para guru.
Selain itu, Kepala UPTD dan pengawas juga diharapkan memeriksa perlengkapan dan kesiapan para guru sebelum mengajar.
"Kalau ada guru yang macam-macam, laporkan ke saya. Pendidikan di Bone
menurun karena jajaran Disdik Bone tidak bekerja dengan bagus. Kemudian
faktor lainnya adalah masih banyak kepala sekolah yang gagal teknologi
(gaptek). Demikian juga kalau ada oknum yang mengaku suruhan saya
meminta uang untuk diangkat kepala sekolah maka tolong dilaporkan.
Apalagi saat ini banyak issu yang berkembang di Bone, kalau banyak oknum
mengaku disuruh saya, baik oknum LSM, dan wartawan sering meminta uang
dengan alasan suruhan saya," jelas A Baso Fahsar.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle menekankan agar di tahun
2013/2014 predikat pendidikan Kabupaten Bone harus masuk 10 besar.
Karena saat ini Bone berada diurutan ke 22 diantara 24 kabupaten/kota di
Sulawesi Selatan. Menurutnya,
dana yang ada di sekolah apabila dikelola dengan baik maka hasilnya akan
baik. Ambo Dalle menambahkan, struktur Disdik juga harus dibenahi,
seperti bidang sarana dan prasarana yang mengelolah pembangunan dalam
jajaran Disdik Bone.
"Untuk memajukan Bone maka pendidikannya harus maju terlebih dahulu. Bone semakin cerdas, sehat, dan sejahtera.
Dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Bone, ribuan kepala sekolah membuat
komitmen kalau sekolah dan rumahnya akan bersih semua sampai 1 Juni
nanti