Polisi Selidiki Dalam dari Tindakan Geng Motor
Satuan Penyidik Polrestabes Makassar masih melakukan penyelidikan
Tayang:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN TIMUR.COM - Satuan Penyidik Polrestabes Makassar masih
melakukan penyelidikan terkait Pengakuan Nur Aryansa atau Ari Katombo
salah satu bos Geng Motor Mappakoe terkait tindakan kriminal yang
dilakukan atas dasar suruhan pihak tententu dengan cara
membayarnya.
"Kami belum tahu , tapi ini masih dalam tahap penyelidiki dan pengembangan ,"papar Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Eko Wagiyanto, padaa saat menggelar rekonstruksi pelemparan bom molotov di Gereja Samiun, Senin (13/5/2013).
Eko mengatakan, bahwa pelaku anggota geng motor tersebut masih banyak yang berkeliaran. Namun pihak kepolisian sudah mengantongi status tersangka lainya.
Adapun dalam rekostruksi kasus pelemparan bom Molotov di Gereja. Kristen Indonesia Sulawesi Selatan Jemaat Makassar, JL Samiun No 17, Makassar, kembali menghadirkan Ari katombo sebagai aktor utama dalam pelemparan bom tersebut. Sebanyak 18 adegan yang dilakukan dalam kasus pelemparan bom molotov.
Adegan pertama dilakukan di Jl Dg Sirua sebagai tempat pembuatan bom molotov. Lokasinya sebuah lahan kosong yang berdekatan dengan kantor kelurahan. Sedangkan alat-alatnya seperti botol diambil dari tempat sampah, Sumbu diambil dari salah satu tempat penjahit dan bensin di tangki motornya.
Setelah itu, adegang berikutnya di Jl Samiun, saat itu pelaku mendatangi TKP dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kemudian melakukan pelemparan bom.
"Pelaku sebanyak 4 orang dengan menggunakan kendaraan motor," tuturmya.
Adapun antisipasi dilakukan terkait maraknya aksi geng motor, pihak kepolisian mengunjungi sekolah-sekolah, memaksimalkan kamtibnas dan melakukan upaya prefentif
Suasana TKP saat menggelar rekonstruksi pelemparan bom molotov tersebut, disaksikan ratusan warga sekitar. Warga setempat yang menyaksikan dan melihat secara langsung pelaku yang masih sangat muda. Akibatnya membuat mereka merasa prihatin.
"Umurnya masih muda, kenapa dia berbuat seperti itu," kata sejumlah warga yang menyaksikan pada rekonstruksi di Gereja Samiun.
Rencananya rekonstruksi akan kembali dilakukan di salah satu gereja yang menjadi sasaran sebelumnya pada pelemparan bom tersebut. (*)
"Kami belum tahu , tapi ini masih dalam tahap penyelidiki dan pengembangan ,"papar Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Eko Wagiyanto, padaa saat menggelar rekonstruksi pelemparan bom molotov di Gereja Samiun, Senin (13/5/2013).
Eko mengatakan, bahwa pelaku anggota geng motor tersebut masih banyak yang berkeliaran. Namun pihak kepolisian sudah mengantongi status tersangka lainya.
Adapun dalam rekostruksi kasus pelemparan bom Molotov di Gereja. Kristen Indonesia Sulawesi Selatan Jemaat Makassar, JL Samiun No 17, Makassar, kembali menghadirkan Ari katombo sebagai aktor utama dalam pelemparan bom tersebut. Sebanyak 18 adegan yang dilakukan dalam kasus pelemparan bom molotov.
Adegan pertama dilakukan di Jl Dg Sirua sebagai tempat pembuatan bom molotov. Lokasinya sebuah lahan kosong yang berdekatan dengan kantor kelurahan. Sedangkan alat-alatnya seperti botol diambil dari tempat sampah, Sumbu diambil dari salah satu tempat penjahit dan bensin di tangki motornya.
Setelah itu, adegang berikutnya di Jl Samiun, saat itu pelaku mendatangi TKP dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kemudian melakukan pelemparan bom.
"Pelaku sebanyak 4 orang dengan menggunakan kendaraan motor," tuturmya.
Adapun antisipasi dilakukan terkait maraknya aksi geng motor, pihak kepolisian mengunjungi sekolah-sekolah, memaksimalkan kamtibnas dan melakukan upaya prefentif
Suasana TKP saat menggelar rekonstruksi pelemparan bom molotov tersebut, disaksikan ratusan warga sekitar. Warga setempat yang menyaksikan dan melihat secara langsung pelaku yang masih sangat muda. Akibatnya membuat mereka merasa prihatin.
"Umurnya masih muda, kenapa dia berbuat seperti itu," kata sejumlah warga yang menyaksikan pada rekonstruksi di Gereja Samiun.
Rencananya rekonstruksi akan kembali dilakukan di salah satu gereja yang menjadi sasaran sebelumnya pada pelemparan bom tersebut. (*)