Sabtu, 27 Desember 2014
Tribun Timur

Polisi Rahasiakan Nama Donatur Geng Motor Mappakoe

Senin, 13 Mei 2013 21:35 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, belum mau membeberkan donatur tersangka tindak pidana teror bom molotov dibeberapa gereja di Kota Makassar. Padahal, eksekutornya, Nur Ansyari alias Ari Katombo (17) dan beberapa anggotanya dari kelompok geng motor Mappakoe, sudah ditangkap dan mengaku dibayar untuk melakukan tugas tersebut.

"Belum kami tahu siapa yang membayarnya, karena dia juga tidak mengetahui siapa namanya," kata Kasat Reskrim Polrestrabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, Senin (13/5/13).

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman kasus termasuk melakukan rekontruksi kasus. Mantan Kasat Reskrim Polres Wajo ini menambahkan, dua tempat kejadian perkara yang sudah dilakukan rekonstruksi masih sementara didalami motifnya. Yakni di Gereja Tirta Malengkeri, Jl Muhajirin Raya Lorong II dan di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jl Samiun, Makassar.

Gereja Tirta dilempari bom molotov pada 9 Februari 2013. Ini merupakan kasus pertama dari beberapa rentetan teror bom molotov di beberapa Gereja di Makassar.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Eko Wagianto, mengatakan masih mengumpulkan data untuk dicocokkan dengan keterangan tersangka serta hasil rekontruksi di dua Gereja di Makassar untuk mengetahui aktor intelektualnya.

"Pernyataan tersangka tidak harus dibenarkan begitu saja, harus ada bukti kuat," ungkap Eko. Ditambahkannya, eksekutor lain harus ditangkap dulu untuk mencari siapa donatur dan aktor intelektualnya.

Sementara itu, Pengamat Kepolisian dan Hukum, Prof Marwan Mas mengatakan, banyaknya kasus kriminal yang  terjadi di Kota Makassar sangat meresahkan warga sehingga pihak kepolisian perlu meminta bantuan kepada pihak terkait dalam hal ini TNI.

"Karena Polisi sudah terlihat kewalahan dan tidak mampu menjamin rasa aman terhadap masyarakat dari ancaman geng mtor, bom molotov, perkelahian kelompok, dan peluru nyasar, maka pihak TNI perlu dilibatkan membantu polisi," kata Guru Besar Universitas 45 Makassar ini, Minggu (12/5/13) malam.

Marwan menambahkan, sesuai dengan pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang TNI, maka pasukan TNI dapat membantu kepolisian dalam upaya memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama saat polisi sudah kewalahan dalam menangani suatu kasus.
Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas