Garbarata Bandara Makassar Ditambah 6 Unit
Di terminal, sedang dibangun hotel transit, ruang commercial important person, dan re-layout ruang boarding.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN -- Angkasa Pura sedang memperluas terminal Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan memisahkan terminal domestik dan internasional.
Di terminal, sedang dibangun hotel transit, ruang commercial important person, dan re-layout ruang boarding.
Garbarata akan ditambah enam sehingga menjadi 12.
Pengembangan ini sebagai persiapan menjadikan bandara ini sebagai bandara kelas dunia atau world class airport.
Tak sebatas itu, juga guna menyambut ASEAN Open Sky Policy, kebijakan membuka wilayah udara antar sesama anggota negara ASEAN. Kebijakan ini merupakan liberalisasi angkutan udara.
"Dimulai tahun ini dan kemungkinan rampung 2014," sebut General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rachman Syafrie di sela-sela ground breaking kampus terpadu Kementerian Perhubungan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (10/5).
Di Indonesia, kata Rachman ada lima bandara yang disiapkan menjadi world class airport, satu di antaranya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Syarat menjadi world class airport, antara lain costumer satisfaction index nilainya harus di atas empat. Bandara Internasional Changi nilainya 6,5.
Syarat lain non-aero re-value tenant mixing dan kontribusi kepada lingkungan menuju ecoairport.
Angkasa Pura menggelontorkan dana senilai Rp 1 triliun untuk megaproyek ini.
Menteri perhubungan menyarankan Angkasa Pura menggunakan public private partnership (PPP) dalam peningkatan kapasitas landasan pacu. Dalam public private partnership, pihak swasta akan membiayai proyek.
"PPP Bandara Kualanamu, PPP Bandara Soekarno Hatta," ujar Mangindaan. (edi)