Budayawan: Pemkab Sinjai Abaikan Seniman dan Sastrawan
Budayawan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Muhannis
Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Taufik
SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Budayawan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Muhannis
menilai Pemerintah Kabupaten Sinjai, menilai minim perhatian terhadap
pengembangan Seni dan Budaya di Sinjai.
Muhannis mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah Kabupaten Sinjai masih minim memerhatikkan pengembangan seni dan budaya yang ditandai kurangnya mengangkat cerita-cerita rakyat yang telah melegenda.
Budayawan Sinjai ini menyebut bahwa sejak dia berada di Sinjai pada tahun 1989 belum banyak lahir karya seni dan budaya. Bahkan sangat minim penulis sastra dari daerah tersebut. Padahal Sinjai tak kalah menariknya dengan daerah lain yang juga punya Karya seni.
" Pemerintah kita sebenarnya masih minim perhatiannya terhadap pengembangan seni dan budaya. Ada perhatian tapi sangat minim. Selain itu kurang mendorong dan memberi motivasi kepada pemuda putra dan putri Sinjai untuk melahirkan Karya," kata Muhannis, kepada Tribun, Kamis (9/5/2013).
Muhannis sendiri telah banyak mendorong pemuda Sinjai untuk melahirkan karya sastra akan tetapi mereka pemuda juga kurang termotivasi.
Sementara dia tak mampu berbuat banyak karena dia hanya seorang kepala sekolah di SMAN I Sinjai Timur.
Muhannis mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah Kabupaten Sinjai masih minim memerhatikkan pengembangan seni dan budaya yang ditandai kurangnya mengangkat cerita-cerita rakyat yang telah melegenda.
Budayawan Sinjai ini menyebut bahwa sejak dia berada di Sinjai pada tahun 1989 belum banyak lahir karya seni dan budaya. Bahkan sangat minim penulis sastra dari daerah tersebut. Padahal Sinjai tak kalah menariknya dengan daerah lain yang juga punya Karya seni.
" Pemerintah kita sebenarnya masih minim perhatiannya terhadap pengembangan seni dan budaya. Ada perhatian tapi sangat minim. Selain itu kurang mendorong dan memberi motivasi kepada pemuda putra dan putri Sinjai untuk melahirkan Karya," kata Muhannis, kepada Tribun, Kamis (9/5/2013).
Muhannis sendiri telah banyak mendorong pemuda Sinjai untuk melahirkan karya sastra akan tetapi mereka pemuda juga kurang termotivasi.
Sementara dia tak mampu berbuat banyak karena dia hanya seorang kepala sekolah di SMAN I Sinjai Timur.
"Saya tidak mungkin banyak melakukan perubahan. karena karena saya hanya seorang guru di sekolah. Sehingga tak mampu mengambil kebijakan untuk kemajuan karya sastra di Sinjai," kata Muhannis. (*)