Selasa, 30 Juni 2015

Cerita Suku Polahi di Gorontalo

Senin, 6 Mei 2013 13:23

Cerita Suku Polahi di Gorontalo
Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Satu keluarga Suku Polahi sedang menghangatkan diri di perapian yang mereka buat di bagian dapur rumah mereka di pedalaman hutan Humohulo, Pengunungan Boliyohuto yang terdapat di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Polahi adalah sebutan untuk sekelompok warga yang hingga kini masih hidup terisolasi di pedalaman hutan Gunung Boliyohuto yang meliputi daerah Paguyaman, Suwawa dan Sumalata di Provinsi Gorontalo.

Berbeda dengan suku-suku pedalaman lainnya di Indonesia, literar suku Polahi sangat minim. Ini karena sikap tertutup yang mereka tunjukkan sejak dulu. "Polahi takut jika bertemu dengan orang lain, biasanya mereka langsung lari," cerita Fotografer Rosyid Asyar yang meminati kehidupan Polahi sebagaimana dilansir Kompas.com.

Tetapi, beberapa tahun belakangan ada sebagian kelompok Polahi yang sudah bisa hidup bersosial dengan warga lainnya, walaupun sebagian lainnya belum.
Salah satu kelompok yang bisa ditemui adalah keluarga Polahi yang hidup bermukim di pedalaman Hutan Humohulo pengunungan Boliyohuto, Paguyaman. Akses menuju ke pemukiman tersebut tidaklah mudah. Butuh waktu jalan kaki selama sekitar delapan jam dari Dusun Pilomohuta, Desa Bina Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo untuk mencapai rumah keluarga Polahi di sana.

"Inilah salah satu pintu masuk yang termudah kalau ingin mengunjungi mereka," ujar Kepala Dusun Pilomohuta, Udin Mole, ketika menemani Kompas.com menyusuri jalan mendaki dan melewati tujuh sungai tersebut.

Di Desa Bina Jaya sebenarnya ada 11 keluarga Polahi yang terdata. Namun sejak kematian Kepala Suku mereka, Baba Manio sebulan yang lalu, keluarga ini lalu berpencar. Sebab bagi suku Polahi, jika ada satu anggota keluarga yang meninggal, maka mereka semua harus meninggalkan rumah dan pemukimannya, lalu mencari pemukiman baru.

"Dulunya Polahi hidup sangat nomaden. Mencari lahan untuk ditanami, dan setelah itu berpindah ke lahan yang baru. Nanti setelah waktu panen, baru mereka akan balik lagi. Nyaris mereka tidak punya tempat tinggal tetap," kata Rosyid.

Namun Polahi yang ditemui di pedalaman Hutan Humoholo sudah punya rumah tetap, walau masih terlihat sangat sederhana. Hanya terbuat dari papan sisa hasil para perambah hutan dengan atap dari daun kelapa dan daun rumbia.

Halaman123
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas