Mustafa Irate Pimpin Zikir Alam Terbuka di Bulu Dua
Komunitas spritual Jenariah menggelar zikir alam terbuka di lereng pegunungan Bulu Dua
Tayang:
Editor:
Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Komunitas spritual Jenariah menggelar zikir alam terbuka
di lereng pegunungan Bulu Dua, Desa Sadar, Kecamatan Tellulimpoe
Kabupaten Bone, Minggu (5/5/2013). Kecamatan tersebut merupakan perbatasan
Soppeng dan Bone.
Ketua Dewan Pimpinan Jenariah Sulsel H Mustafa Irate memimpin zikir yang diikuti puluhan jamaah. Jamah tergabung dari berbagai kabupaten.
Humas Jenariah Sulsel Basri Mile, mengatakan, lokasi zikir jamah Jenariah kali ini lagi-lagi terbilang angker. Meski, menurutnya, anggapan masyarakat bukan menjadi perhatian jamaah.
"Lokasi cukup baik untuk zikir, suasana tenang, dan insya Allah mudahkan kita khusyuk, mendekatkan diri kepada Allah. Menurut masyarakat daerah ini, tempat kami zikir angker, kata mereka biasanya ada disembunyi dua hari baru kembali. Ya, konon menurut mereka, tapi marilah senantiasa kita dekat kepada Allah," kata Basri Mile kepada Tribun via telepon selularnya.
Menurut Basri, zikir digelar selama beberapa hari di daerah tersebut. Hajatan jenariah itu dimulai setiap menjelang tengah malam.
Beberapa waktu lalu, jamaah Jenariah menggelar zikir di daerah pulau tak berpenghuni di Selayar. Pesertanya pun berbeda di Bulu Dua kali ini.
"Ada juga politisi dan sejumlah caleg yang ikut zikir di Bulu Dua, subhanallah," Basri Mile menambahkan. (*)
Ketua Dewan Pimpinan Jenariah Sulsel H Mustafa Irate memimpin zikir yang diikuti puluhan jamaah. Jamah tergabung dari berbagai kabupaten.
Humas Jenariah Sulsel Basri Mile, mengatakan, lokasi zikir jamah Jenariah kali ini lagi-lagi terbilang angker. Meski, menurutnya, anggapan masyarakat bukan menjadi perhatian jamaah.
"Lokasi cukup baik untuk zikir, suasana tenang, dan insya Allah mudahkan kita khusyuk, mendekatkan diri kepada Allah. Menurut masyarakat daerah ini, tempat kami zikir angker, kata mereka biasanya ada disembunyi dua hari baru kembali. Ya, konon menurut mereka, tapi marilah senantiasa kita dekat kepada Allah," kata Basri Mile kepada Tribun via telepon selularnya.
Menurut Basri, zikir digelar selama beberapa hari di daerah tersebut. Hajatan jenariah itu dimulai setiap menjelang tengah malam.
Beberapa waktu lalu, jamaah Jenariah menggelar zikir di daerah pulau tak berpenghuni di Selayar. Pesertanya pun berbeda di Bulu Dua kali ini.
"Ada juga politisi dan sejumlah caleg yang ikut zikir di Bulu Dua, subhanallah," Basri Mile menambahkan. (*)