Aru Menguat Berduet dengan Supomo
hanya sebuah permainan karena konstalasi tengah naik-naiknya.
Tayang:
Editor:
Ina Maharani
MAKASSAR, TRIBUN -- Dukungan terhadap Farouk M Betta untuk menjadi wakil wali kota Makassar mendampingi Supomo Guntur terus mengalir deras dari kalangan internal partai Golkar.
Terbukti, 14 Pimpinan Kecamatan (pincam) yang tersebar di Kota Makassar dominan mendukung Farouk menjadi 02 tandem dengan Ketua Golkar di Pilkada mendatang.
Salah satu bukti dukungan dari 14 Pincam Golkar antara lain berasal dari Pimpinan Kecamatan Golkar Ujung Tanah, Rafiuddin Kasude.
Berdasarkan hasil pertemuan 14 pengurus Pincam Golkar beberapa waktu lalu. Sebagian besar dari mereka all out mendorong Aru sebagai pendamping Supomo.
"Bukan hanya saya, total 14 Pimcam se-Makassar menginginkan paket Suarata' (Supomo-Aru). Figur Pak Aru' kami lihat paling pas untuk didorong maju," kata pria yang akrab disapa Udin Golgo ini.
Tak hanya di tingkat Pimcam, dukungan kuat juga mengalir dari internal pengurus DPD Makassar. Salah satunya seperti yang dilontarkan Wakil Bendahara Golkar Kota Makassar, Syamsinar N Alam.
Menurutnya, nyaris semua kalangan atau lapisan Golkar di Kota Makassar, cenderung memilih Aru untuk berpasangan dengan Wakil Wali Kota Makassar saat ini ketimbang calon lainnya.
"Itu jika berkaca pada survei di setiap kecamatan. Nama Pak Aru' selalu yang teratas untuk menjadi 02-nya Pak Supomo. Dan Gokar adalah partai yang konsisten selalu mengutamakan survei," kata Syamsinar.
Menurut Ocan panggilan akrab Syamsinar, seluruh elemen Golkar Makassar tetap yakin jika pada akhirnya paket Supomo-Aru yang diusung di Pilwalkot nanti.
Mencuatnya wacana Supomo-Kadir, dianggap Syamsinar hanya sebuah permainan karena konstalasi tengah naik-naiknya. Apalagi jika paket tersebut jadi itu tidak terlepas dari intervensi Nurdin Halid yang merupakan kakak kandung Kadir.
"Pokoknya, sepanjang belum ada rekomendasi resmi, kami tetap yakin Pak Aru yang diusung sebagai wakil oleh DPP," pungkas Syamsinar.
Terkait dengan arah rekomendasi Golkar di Pilwalkot, Aru sendiri mengaku, kalau sampai saat ini, belum ada rekomendasi terkait sikap Golkar.