• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Timur

BBM Naik, Ini 4 Program Bagi-bagi Uang Pemerintah

Selasa, 30 April 2013 18:09 WITA
BBM Naik, Ini 4 Program Bagi-bagi Uang Pemerintah
Dok/Antara
Presiden SBY menyampaikan pidato di acara Musrembangnas 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013)

JAKARTA, TRIBUN -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan kenaikan bahan bakar minyak akan diumumkan setelah DPR RI membahas dan mensahkan RAPBN-P 2013.

Bersama DPR, pemerintah, kata Presiden akan merampungkan pembahasan kenaikan BBM ini, paling lambat Mei 2013.

Sebagai kompensasi kenaikan BBM, pemerintah akan memberlakukan kembali empat program yang diperuntukkan bagi rakyat miskin.

"BBM akan dinaikkan bila dana kompensasi sudah siap," kata Presiden SBY saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4).

Adapun bentuk proteksi atau perlindungan sosial dari dana kompensasi kenaikan BBM tersebut, menurut Presiden SBY, meliputi antara lain:
1. Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM)
2. Beras untuk rakyat miskin (Raskin)
3. Beasiswa miskin (BSM) dalam bentuk tunai;
4. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang dulu dikenal dengan sebutan BLT bersyarat untuk keluarga yang sangat miskin

Menurut Presiden, keempat bentuk bantuan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah, dan keputusannya harus melalui persetujuan DPR.

Menurut Presiden, seperti dilansir situas resmi Sekretaris Kabinet, Selasa (30/4/2013), pemerintah menginginkan ketika berlaku harga BBM subsidi yang baru maka kompensasi bagi masyarakat miskin dapat langsung disalurkan sehingga tidak jeda waktu.

"Tidak boleh ada gap waktu, maka tergantung dana kompensasi siap, pemerintah sudah siapkan rencananya. Rencana kami apa saja, berapa lama (kompensasi diberikan-red , akan segera disampaikan ke DPR RI dalam bentuk tegas Presiden SBY.

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Ketua MPR Taufik Kiemas, para pimpinan Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (K/L), para gubernur, bupati dan walikota seluruh Indonesia itu, Presiden mengharapkan pembahasan RAPBN-P 2013 dengan DPR dapat selesai pada Mei mendatang sehingga dana kompensasi sudah tersedia dan kenaikan harga BBM bersubsidi akan diberlakukan.

Dalam pidato resminya, Presiden mengakui bahwa besarnya subsidi BBM sudah sangat memberatkan APBN dan tidak tepat sasaran, karena yang menikmati subsidi BBM hanyalah golongan yang mampu saja. "Kalau kita biarkan, ini tidak adil bagi rakyat," kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden menjelaskan upaya mengurangi subsidi BBM bida dilakukan dengan menaikkan harga BBM secara terbatas dan terukur, sehingga fiskal dan APBN akan menjadi lebih sehat, dan ekonomi menjadi lebih aman di tengah-tengah resesi perekonomian dunia, dan ketahanan ekonomi tetap terjaga. Dan yang penting adalah menambah biaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membangun infrastruktur, dan subsidi akan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Presiden mengingatkan dampak pengurangan subsidi BBM bagi golongan tidak mampu. "Karena inflasi akan terjadi. kalau mereka tidak dilindungi maka mereka akan mengalami kesulitan untuk mencukupi keperluan sehari-hari. Inilah yang harus kita atasi. Saudara-saudara kita yang tidak mampu harus kita proteksi, kita lindungi," katanya.
Penulis: Rasni
Editor: Thamzil Thahir
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
329182 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas