Polisi Sita Empat Anak Panah dan Bendera Germak
Akibatnya saling serang menggunakan batu pun tak terhindarkan sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ina Maharani
Makassar, Tribun-timur.com -- Aparat Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Panakkukang, mengamankan empat anak panah dan sebuah bendera Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) yang hendak melakukan aksi di kantor Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Satker PKP Air Minum, di Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (25/4/2013) sekitar pukul 12.00 Wita.
Kapolsek Panakkukang, Komisaris Agung Kanigoro Nusantoro ditemui di kantornya Jl Pengayonam, mengatakan bahwa sebanyak empat anak panah dan sebuah bendera Germak milik pendemo yang menggelar aksi unjukrasa disita.
"Ada empat anak panah dan sebuah bendera Germak milik
pendemo kami amankan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 pengunjukrasa mengatasnamakan diri
dari Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) yang hendak melakukan aksi
di kantor Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Satker PKP Air Minum, di Jl
Urip Sumohardjo, Makassar dibubarkan paksa, sekitar pukul
12.00 Wita.
Massa Germak yang dipimpin Rustam Halilintar dan Fadil akhirnya mundur
dan melarikan diri ke arah kampus Universitas 45 Makassar tak jauh dari
kantor PU Cipta Karya. Insiden bermula saat massa Germak melakukan unjuk
rasa terkait dugaan korupsi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa
Bulu'loe Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Sebelum dibubarkan paksa, pendemo sempat melakukan perlawanan terhadap
massa yang diduga merupakan bayaran pihak PU Cipta Karya yang berada di
depan Markas Peralatan Kodam (Paldam) VII/Wirabuana.
Akibatnya saling serang menggunakan batu pun tak terhindarkan sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Sejumlah preman menggunakan batu, kayu balok dan anak panah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.(*)