• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Timur

Pebarong Indonesia Protes Juri

Senin, 22 April 2013 09:11 WITA
Pebarong Indonesia Protes Juri
david
Protes keras ditujukan kepada Dewan Juri Federasi Olah Raga Barongsai Indonesia (FOBI) pada akhir pertandingan Kejuaraan Intersional Barongsai di Living World Mall Alam Sutera. Minggu (21/4/2013) kemarin. Protes datang dari Tim Barongsai Kong Ha Hong A Jakarta
Tangerang, Tribun Timur-Com -- Protes keras ditujukan kepada Dewan Juri Federasi Olah Raga Barongsai Indonesia (FOBI) pada akhir pertandingan Kejuaraan Intersional Barongsai di Living World Mall Alam Sutera. Minggu (21/4/2013) kemarin.

Protes datang dari Tim Barongsai Kong Ha Hong A Jakarta sebagai perwakilan Tim Indonesia yang sebagai peserta terakhir atau nomor urut kesepuluh diakhir Kejuaraan Internasional Barongsai Fobi.

Tim Barongsai Kong Ha Hong A adalah juara tingkat Nasional yang merasa tidak menerima hasil pemotongan nilai 0,2 para Dewan Juri Kejuaraan Intersional Barongsai Fobi.

Suasana gadu sempat terjadi di Living World Malla Alam Sutera jelang kedatangan Ketua Umum Fobi, Dahlan Iskan untuk menyerahkan hadiah kepada para juara Kejuaraan Intersional Barongsai Fobi.

Setelah melalui perbincangan yang turut dibantu Master Barongsai Pencipta Tonggak Berstandar Intersional, Siow Ho Phiew asal Malaysia.

Barulah suasana redah dan tim Kong Ha Hong A yang pernah menjuarai Kejuaraan Tingkat Nasional Barongsai akhir menerima pemotongan nilai dari dewan juri secara lapang dada.

Tim Kong Ha Hong A, nilainya terpotong 0,1, pasalnya ada pemain musiknya yang dobel tampil. Peraturan lokal di Indonesia memang tidak masalah jika ada pemain musik Barong yang dobel main. Yang penting bukan pemain ekor dan kepala Barong yang tampil dua kali.

Tetapi untuk penilaian standar Intersional, semua pemain tidak dibenarkan dua kali main. Standar tim musik barongpun ada aturannya.

Misal pemain alat musik Ceng ceng atau simbel, cuma dua orang, nilainya tidak boleh mendapat nilai plus. Pemain musik Ceng ceng Barong.

Minimal empat atau lima orang dan tidak boleh genap emam. Seperti yang pernah dialami nasib tim Barongsai Girinaga Makassar saat mengikuti Kejuaraan di Penang Malaysia. Pemotongan nilainya disebabkan pemain musik Ceng ceng lebih dari standar yang telah ditentukan aturan Internasional Barongsai.

Yang kedua, pemotongan nilai 0,1 Tim Kong Ha Hong A, karena menurut Juri ada kejadian mis diatas tonggak atau ada gerakan keragu-raguan melompat diatas tonggak yang terjadi satu kali.

Sehingga Tim Barongsai Kong Ha Hong A yang merupakan tim andalan terakhir Indonesia, mengalami pemotongan sebanyak 0,2.

Akhirnya juara 1, direbut Tim Barongsai Kun Seng Keng A Malaysia degan nilai 9,27. Juara 2, Tim Barongsai Kun Seng Keng B Malasya dengan nilai 9,21. Juara 3, Tim Barongsai Hong Teik Alor Star Malaysia dengan nilai 9,2. Juata 4, Tim Barongsai Hong Teik Kuala Kedah Malaysia dengan nilai 9,11. Juara 5, Tim Barongsai Sim Kong Bei Lun China dengan nilai 9,05. Urutan 6, Tim Barongsai Kong Ha Hong A Indonsia dengan nilai 8,97. Urutan 7 Tim Barongsai Kong Ha Hong B Indonesia dengan nilai 8.91.Urutan 8 Tim Barongsai Zhi Tuo Wei Cun China dengan nilai 8,79. Urutan 9 Tim Barongsai Suaka Insan Indonesia dengan nilai 8,02 dan urutan 10 Tim Barongsai Teng Yong Dragon and Lion Dance Singapur dengan nilai 7,85.
Penulis: Muh. David Aritanto
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
320732 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas