Home »

News

» Politik

Inilah Peta Terkini Pilwali Makassar

Inilah Peta Terkini Pilwali Makassar

Batas akhir pendaftaran calon independen 29 April. Sementara pendaftaran calon lewat partai partai 25 Mei-2 Juni. Ada yang tetap nekat maju meski tanpa partai yang jelas. Namun tak sedikit yang sudah jantan buang handuk.

Meski kabar dan status mereka tak jelas, tapi spanduk para figur semakin jelas bertebaran di pinggir jalan. Sebagian spanduk itu sudah tampak usang karena dipasang sejak beberapa tahun lalu.

Belum lagi tebaran wajah mereka di jejaring sosial. Facebook, twitter, dan blog juga menjadi ajang pelampiasan muka para figur.

Sudah Berpasangan
Empat pasangan calon telah resmi menyatakan kesiapan bertarung di Pilwali Makassar 18 September. Masing-masing Erwin Kallo-Hasbi Ali (independen), Muhyina Muin-Syaiful Saleh (independen), Danny Pomanto-Syamsu Rizal (independen/parpol), dan Herman Handoko-Lathif Bafadhal.

Sementara figur-figur lain masih bergerilya mencari dukungan partai politik dan mencari pasangan. Ketua PDK Sulsel, Adil Patu, masih mencari dukungan tiga kursi untuk melengkapi syarat delapan kursi. PDK baru memiliki lima kursi.

“Insya Allah partai sudah cukup. Fokus sekarang mencari pasangan,” kata Adil. Adil menggelar pertemuan maraton dengan elite Demokrat Sulsel, Andry Arief Bulu, tadi malam.

"Peluang kami berpaket (dengan AAB) sangat kuat dan semua tim sepakat dengan pasangan itu berdasarkan hasil penjaringan nama-nama calon yang akan mendampingi saya,”lanjut eks politisi Golkar ini.

Sementara peluang Andry diusung di Demokrat juga kian tak jelas setelah paket Danny-Ical mengklaim dapat restu dari Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin.

“Saya tidak ingin maju pilwali kalau saya tidak diusung Demokrat. Saya besar karena Demokrat,” kata Andry.

Sebagai “cadangan” jika gagal lolos di pilwali, Andry maccaleg di DPR RI. Namun peluangnya tak mulus karena harus bersaing dengan nama-nama seperti Reza Ali, Nizar Shihab, dan istri Ilham, Aliyah Mustika Ilham.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help