Pilwali Makassar
IMB Buntung, Adil-Muhyina Untung
Keputusan Andi Idris Manggabarani (IMB) mundur dari persaingan di Pilwali Makassar
Tayang:
Editor:
Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Keputusan Andi Idris Manggabarani (IMB) mundur dari
persaingan di Pilwali Makassar disebut-sebut akan menguntungkan beberapa
kandidat. Namun nama Adil Patu dan Muhyina Muin diprediksi akan lebih
diuntungkan.
Sementara IMB harus menerima modal politik yang dipakai bersosialisasi selama dua bulan lebih terbuang sia-sia alias percuma.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, Kamis (11/4).
Hal itu kata Suwadi berdasar dari hasil survei yang telah dilakukan lembaganya. Menurutnya strong Voter IMB cenderung ke Adil Patu.
"Jadi kalau IMB tidak jadi maju, pemilih asal daerah Bone, Soppeng dan Wajo (Bosowa), cenderung akan memilih beralih ke Pak Adil," jelasnya.
Sementara Strong Voters IMB bagi pemilih dari suku Mandar kata Suwadi cenderung ke Muhyina Muin.
"Sebab paket Idial saat pilwali 2008 lalu, strong voters IMB- Adil lebih besar pemilih asal Bosowa dan Mandar," katanya.
Sementara itu pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Sabri, menilai secara internal mundurnya IMB lebih menguntungkan kader Demokrat yang akan maju.
Pasalnya mereka hanya akan fokus pada satu tokoh saja.
"Idris merupakan tokoh kunci di Demokrat. Jadi mundurnya Idris akan untungkan kader Demokrat lain yang akan diusung partainya. Karena tidak ada lagi kotak-kotak di internalnya," jelas Sabri.
Selain menguntungkan secara internal bagi kader Demokrat yang akan diusung, mundurnya IMB juga disebutkan untungkan Golkar.
"Asumsinya, Partai Golkar kehilangan lawan tangguh, setidaknya mereka sisa memikirkan Adil Patu," ucapnya.
Sebelumnya Idris mengumumkan mundurnya dia dari Pilwali Makassar karena ingin fokus ke usahanya. "Untuk politik saya percayakan kepada teman-teman yang telah bersosialisasi selama ini," kata Idris. (*)
Sementara IMB harus menerima modal politik yang dipakai bersosialisasi selama dua bulan lebih terbuang sia-sia alias percuma.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, Kamis (11/4).
Hal itu kata Suwadi berdasar dari hasil survei yang telah dilakukan lembaganya. Menurutnya strong Voter IMB cenderung ke Adil Patu.
"Jadi kalau IMB tidak jadi maju, pemilih asal daerah Bone, Soppeng dan Wajo (Bosowa), cenderung akan memilih beralih ke Pak Adil," jelasnya.
Sementara Strong Voters IMB bagi pemilih dari suku Mandar kata Suwadi cenderung ke Muhyina Muin.
"Sebab paket Idial saat pilwali 2008 lalu, strong voters IMB- Adil lebih besar pemilih asal Bosowa dan Mandar," katanya.
Sementara itu pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Sabri, menilai secara internal mundurnya IMB lebih menguntungkan kader Demokrat yang akan maju.
Pasalnya mereka hanya akan fokus pada satu tokoh saja.
"Idris merupakan tokoh kunci di Demokrat. Jadi mundurnya Idris akan untungkan kader Demokrat lain yang akan diusung partainya. Karena tidak ada lagi kotak-kotak di internalnya," jelas Sabri.
Selain menguntungkan secara internal bagi kader Demokrat yang akan diusung, mundurnya IMB juga disebutkan untungkan Golkar.
"Asumsinya, Partai Golkar kehilangan lawan tangguh, setidaknya mereka sisa memikirkan Adil Patu," ucapnya.
Sebelumnya Idris mengumumkan mundurnya dia dari Pilwali Makassar karena ingin fokus ke usahanya. "Untuk politik saya percayakan kepada teman-teman yang telah bersosialisasi selama ini," kata Idris. (*)