Minat Orang Sulsel Beli Rumah Turun
Bank Indonesia mengumumkan, pertumbuhan ekonomi makro di Sulsel melambat pada kuartal pertama 2013 (Januari-Maret).
"Pertumbuhan hanya kisaran 7,44 persen hingga 8,44 persen," kata Deputy Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Harymurthy Gunawan, di sela Diskusi Panel Perkembangan Ekonomi Provinsi Sulsel di Hotel Aston Makassar, Selasa (9/4/2013).
Penyebabnya, jelas Harymurthy, karena investasi belum optimal pasca-pemilihan gubernur dan sebagian besar investasi masih menunggu kondisi sosial, ekonomi dan politik menjelang pemilu 2014 mendatang.
Perlambatan pertumbuhan ini dikonfirmasikan pelaku dan asosiasi usaha.
Di bidang properti, kata Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel Raymond Arfandi, minat beli properti (rumah, perkantoran, dan rumah toko) juga mulai turun.
"Pembelian properti sepi, makanya proyek pengembang juga stagnan bahkan tersendat," kata Arfandi kepada tribun-timur.com.
Namun, Raymond optimistis, event politik lima tahunan dan lokal di Sulsel, khususnya di Makassar, daya beli akan kembali membaik.
Bukan hanya di sektor properti, minat belanja barang di kuartal I tahun ini juga turun. "Fluktuasi awal tahun memang begitu. Pertama masyarakat jarang berbelanja, dan kedua, tahun ini baru perencenaan keuangan keluarga dan usaha," kata Direktur Utama PT Trans Studio Makassar, Eka Firman, Selasa (9/3/2013).
Selengkapnya silakan baca melalui harian Tribun Timur edisi, Rabu (10/4/2013).(*)