Pendiri Bosowa Pilih Urus Masjid Ketimbang DPD
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulsel, Aksa Mahmud, memastikan dirinya tak mencalonkan lagi
Aksa beralasan, dua periode menjadi senator di MPR RI (2004-2009 dan 2009-2014), sudah cukup baginya.
Periode pertama lalu dia terpilih sebagai Wakil Ketua MPR RI dan periode keduanya akan dihabiskan sebagai anggota DPD RI.
"Biarlah generasi pelanjut, cukup saya memilih mengurus masjid saja," kata pendiri Bosowa Corporation kepada tribun-timur.com, Senin (8/4/2013) sore.
Beberapa saat usai menghadiri seremoni pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul YL-Agus Arifin Nu'mang di kompleks rumah jabatan, kepada sejumlah wartawan pendiri Bosowa Group itu, juga mengkonfirmasikan niatnya untuk tidak mendaftar lagi sebagai calon DPD.
"Nanti saya akan umumkan (alasannya), " ujar Aksa yang dijajaran kursi undangan VVIP duduk berdampingan dengan tiga senator asal Sulsel lainnya, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Bahar Ngitung, dan Litha Brent.
Aksa lebih banyak bercerita soal rencana dan agenda pengabdian sosialnya sebagai komisaris utama di Bosowa Corporation, dan kiprahnya sebagai Ketua Dewan Pembinan Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Selatan, yang tiga tahun terakhir dia tekuni.
"Minggu lalu saya datangkan iman termuda Masjidil Haram, lalu saya datangkan pakar koreksi bacaan Alquran terakreditasi dunia asal Qatar di Jakarta. Selain itu, lebih banyak urus kebun, sawah, dan ternak kambing," katanya.(*)