• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Timur

IDEC Survei Independen Calon Wali Kota Makassar

Selasa, 9 April 2013 15:43 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia Developmen Engeneering Consultan (IDEC) berencana melaksanakan survei independen Calon Wali Kota Makassar. Untuk sementara IDEC tidak sama sekali menjalin kontrak dengan kandidat mana pun.

“Kami ingin menjadi cermin yang jujur bagi setiap calon yang kini begitu banyak, oleh sebab itu biaya pelaksanaan survey ini merupakan kas lembaga IDEC sendiri,” tulis Direktur Riset IDEC Rahmad M Arsyad melalui rilis yang diterima redaksi tribun-timur.com, Selasa (9/4/2013).

Rahmad mengatakan, IDEC adalah lembaga yang pernah menjadi pendamping Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota Palu terpilih. Lembaga ini juga telah melakukan puluhan survei dan pemetaan pemilih di sejumlah arena pemilu kada. IDEC kini juga menjadi patner bagi beberapa partai dalam penetapan daftar calon anggota legislatif 2014.

Untuk pelaksanaan survei kandidat Wali Kota Makassar harapan warga Makassar akan dilaksanakan pada 12 hari mulai 11 hingga 22 April 2013. Mengambil margin eror +3 % dari total pemilih Kota Makassar yang dari rekapitulasi sementara KPU berjumlah 1.046.285 pemilih dari 2.256 TPS yang tersebar di 14 kecamatan se-Kota Makassar.

“Dari hasil olah data kami sampelnya berkisar seribu seratus responden dengan galat kesalahan 3%,” terang Asri Abdullah, project officer kegiatan survei Makassar.

IDEC merasa perlu melakukan penelitian ini untuk merekam popularitas, elektabilitas dan melakukan mapping geopolitik pemilih dengan menggunakan GIS (geographic Information System). IDEC juga akan mengindintifikasi sejumlah persoalan langsung yang dihadapi warga Kota Makassar yang menjadi pekerjaan rumah dari calon Wali Kota Makassar mendatang.

Pada saat eksposes hasil survey, kami akan mengundang seluruh calon walikota makassar untuk melihat apa yang menjadi harapan publik terhadap kepemimpinan kota Makassar dimasa akan datang dan apa yang dirasakan selama ini oleh warga kota yang hidup di makassar.

Selain itu, IDEC juga akan mengundang sejumlah akademisi dari universitas untuk memberikan pandangannya terhadap berbagai persoalan yang ada. Termasuk menjadi panelis bagi hasil yang ditemukan IDEC pascasurvei Makassar.

“Karena seharusnya, proses demokrasi langsung seperti Pilwali Makassar adalah menjaring pemimpin yang mampu mendorong kesejahteraan dan kebaikan-kebaikan yang luas kepada publik, bukan kegaduhan,” terang Rahmad yang saat ini sedang dalam penyelesaian studi Doktoral Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung. (*)
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
306341 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas