Sidrap Kehabisan Stok Vaksin Rabies
Dua warga warga Bilokka, Dusun Corawali, Kecamatan Panca Lautang,
Tayang:
Editor:
Muh. Taufik
PAREPARE,TRIBUN-TIMUR.COM-Dua warga warga Bilokka, Dusun Corawali, Kecamatan Panca
Lautang, Kabupaten Sidrap, terpaksa dilarikan ke Dinas Kesehatan
Parepare, untuk mendapatkan vaksin rabies, setelah tergigit anjing gila,
Senin (8/4).
Kedua IRT yang diketahui bernama Herni, dan Simi,
digigit seekor anjing berwarna putih, tepat di depan kediaman korban.
Usai menggigit, anjing yang diduga gila dan terkena penyakit rabies
tersebut, langsung mati.
Herni, korban yang pertama kali digigit, mengaku
saat itu sekitar pukul 08.00 wita, ia baru saja mengambil air dari sumur
mertuanya, yang tak jauh dari rumahnya. Tiba tiba anjing tersebut
menggigit bagian pantatnya. Ia sempat bergumul dengan anjing tersebut.
Usai menggigit, anjing itu kemudian sempat
menghilang. Herni yang mengalami pendarahan serius tersebut, kemudian
meminta pertolongan kepada tetangganya.
Mendengar
pertolongan Herni, Simi langsung memberikan pertolongan, dan membawa
Herni ke puskesmas terdekat. Saat keluar dari rumah Herni, tiba tiba
anjing tersebut kembali, dan lagi lagi menyerang Simi.
Akibatnya Herni mengalami luka serius dibagian pipi
dan lengan kirinya. Tragisnya, usai menggigit kedua korbannya, anjing
tersebut langsung tewas ditempat.
Oleh beberapa
warga yang datang belakangan, keduanya langsung dilarikan ke RSU Nene
Mallomo. Hanya saja baik Dinas Kesehatan Sidrap, maupun rumah sakit
setempat, tak memiliki vaksin rabies.
Menghindari hal yang tidak diinginkan, diantar oleh
keluarganya, kedua korban tersebut langsung dilarikan ke Parepare, untuk
mendapatkan suntikan vaksin rabies.
Kepala
Seksi Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2PTM), Dinas
Kesehatan Parepare, Nating, mengaku langsung memberikan suntikan vaksin.
" Kami takut anjing yang menggigit mereka, betul
mengidap penyakit rabies. Karena usai menggigit, anjing tersebut
langsung mati. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan
Sidrap," kata Natin. (*)