A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Isu Ular Kepala Tujuh, Bantimurung Rugi 250 Juta - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Timur

Isu Ular Kepala Tujuh, Bantimurung Rugi 250 Juta

Rabu, 3 April 2013 17:34 WITA
MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM-Pengelola Taman Wisata Alam Bantimurung mengaku mengalami kerugian besar akibat issu keberadaan ular berkepala tujuh di dalam area Bantimurung. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pengelola Taman Wisata Alam Bantimurung Andi Akbar, Rabu (3/4/2013). Ia pun membeberkan akibat issu tersebut kerugian yang dialami pengelola mencapai Rp 250 juta. Hal ini berdasarkan perbandingan jumlah penerimaan di waktu yang sama pada 2012 lalu.

Issu keberadaan ular berkepala tujuh di Bantimurung awalnya heboh di BlackBerry Messenger (BBM) sejak dua pekan lalu. Issu ini kemudian berkembang dan beredar luas di Maros hingga Kota Makassar. Dalam BBM tersebut juga disebutkan wisata alam Bantimurung sempat ditutup selama tiga hari.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Rahmat Burhanuddin mengklarifikasi issu yang beredar tentang keberadaan ular di Bantimurung. Ia mengatakan tidak pernah ada ular berkepala tujuh di Bantimurung hingga dilakukan penutupan wisata. Terang saja, issu ular tersebut sangat merugikan pengelola.

"Pengunjung jadi was-was untuk datang. Kami berharap setelah issu ini terjawab maka tidak ada lagi pengunjung yang kuatir berekrasi di Bantimurung dan pengunjung Bantimurung kembali normal. Kami juga terus melakukan klarifikasi jika ada konfirmasi tersebut, intinya tidak pernah ada ular berkepala tujuh di Bantimurung apalagi sampai penutupan. Itu sama sekali tidak ada," tegasnya.

Awalnya issu tersebut ditanggapinya dengan candaan. Namun melihat perkembangan terakhir, issu tersebut mulai merugikan pengelola Bantimurung sehingga perlu mengklarifikasinya. (*)
Penulis: Mutmainnah
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
300281 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas