Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Timur

Tiap Tahun Penderita DBD Meningkat

Rabu, 27 Maret 2013 23:11 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Penderita demam berdarah (DBD) di Kota Makassar, khususnya yang dirawat di rumah sakit pemerintah, terus bertambah dari tahun ke tahun. Penyakit ini umumnya tumbuh subur di musim pancaroba seperti saat ini.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menjadi pembunuh yang sangat mematikan. Pasien-pasien penderita DBD umumnya tak mengetahui jika dirinya menderita DBD. Penyakit ini baru diketahui setelah memeriksakan darah di laboratorium.

Data dari Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Rabu (27/3), jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit ini terus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2011, jumlah pasien mencapai 291 orang. Sedangkan pada tahun 2012, angkanya bertambah menjadi 357 pasien.

Jumlah ini belum termasuk pasien yang dirawat di rumah sakit-rumah sakit swasta dan puskesmas di Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rachmat Latief, mengatakan, penyakit ini tidak mengenal usia dan jenis kelamin. “Siapa saja bisa terkena, baik anak-anak, orang dewasa, dan orang tua bisa kena,” katanya.

Seorang pasien DBD di RS Labuang Baji, Herlina (33), mengatakan, sudah sepekan dirawat di rumah sakit itu. Awalnya hanya demam biasa. Dokter sebelumnya menduga warga Jl Sungai Cenrana, Makassar ini menderita typus. Namun setelah diperiksa, ternyata ia menderita DBD.

Kata dr Rahmat,  Demam berdarah biasanya berjangkit pada musim penghujan, mengingat banyaknya genangan air yang merupakan tempat berkembangnya nyamuk Aa sebagai vektor penyakit DBD.
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas