A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Surat untuk PT Pos Indonesia Cabang Pettarani - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Timur

Surat untuk PT Pos Indonesia Cabang Pettarani

Sabtu, 23 Maret 2013 15:43 WITA
PELAYANAN PT Pos Indonesia semakin tidak nyaman dan menghormati pelanggannya. Hal tersebut yang saya rasakan pada PT Pos cabang Pettarani.

Waktu itu  saya ingin mengirim lamaran kerja ke Jakarta, Kamis 21 Maret namun tanpa konfirmasi lebih dulu mengenai jenis pengiriman yang saya inginkan, tiba-tiba dengan kasarnya dia menggertak saya dengan menyuruh membayar sebesar Rp 45 ribu.

Saya tentu kaget kenapa bisa semahal itu dan saya menanyakan langsung, kenapa bisa semahal itu mba?

Kemudian kasir tersebut memperlihatkan dengan kasar struk pembayarannya.

Ini  struknya pak ini biayanya, saya tidak bohong, ini harga aslinya, saya pun menimpali mba' saya sudah biasa kirim surat lamaran, dan jika saya mengirim tidak pernah lebih dari  Rp 10ribu.

Dengan kejadian itu tiba-tiba si kasir memperlihatkan wajah yang masam dan menggertak, bapak tidak  bilang kalau pengirimannya mau yang biasa
Saya pun membalas, mbak tidak konfirmasi sejak awal, lagian biasanya kan kita dikonfirmasi dulu.

Saya pun komplain atas ketidak nyamanan ini, kemudia  si kasir tersebut tiba-tiba marahh dan membanting struk dihadapan saya, sambil berkata tunggu  pak saya ganti lagi pembayarannya untuk pengiriman yang biasa, dan mengomel dengan kata-kata tidak senonoh, "saya ini tidak menguras uang bapak tenang saja saya ganti sambil menunjukkan sikap menantang.

Saya tentu kecewa dengan kejadian ini sebagai perusahaan yang mengedepankan service ke masyarakat, SDM seperti itu tentu tidak layak, yang baik itu biasanya meminta  maaf pak atas ketidak nyamanannya atau memberikan solusi bukannya malah marahh dan memaki.

M. Iqbal
Warga BTN Hamsyi.
Penulis: Hajrah
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas