Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Islam berkembang Pesat di Australia

Islam berkembang Pesat di Australia

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Irham
Laporan: dr Nurhira Abdul Kadir, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar / mahasiswa pada School of Public Health and General Practice, The University of Adelaide, Melaporkan dari Australia

NEGARA bagian Australia Selatan  beribukota Adelaide. Penduduknya sekitar 1,6 juta jiwa yang terdiri atas penduduk asli dan imigran dari berbagai negara di Asia, terutama dari China dan Timur Tengah. Sebagian ada pula imigran dari Indonesia, walaupun jumlahnya sangat kecil. 
Sensus penduduk terakhir, tahun 2011, menunjukkan jumlah Muslim adalah 10.590 orang (0.6%). Jumlah ini meningkat pesat, sekitar 3000-an lebih banyak dibanding 5 tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah ini sebagian dikarenakan oleh arus pendatang dan syiar Islam yang cukup intensif. 

Sekedar gambaran,  jumlah penduduk yang mengaku tak beragama cukup banyak. Khusus Australia Selatan, 1/3 penduduknya mengaku tak beragama. Sementara di keseluruhan Australia, mereka yang “no religion” porsinya lebih dari 20 %. Khusus  untuk umat Islam, secara keseluruhan, tidak ada halangan atau diskriminasi yang berarti untuk menjalankan syariat Islam di Australia. Pemerintah dan warganegara Australia tidak membedakan penduduknya berdasarkan agamanya.
Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah di kalangan umat Islam, khususnya antara para pendatang yang sedang studi dan pekerja, sering diadakan berbagai kegiatan.  Misalnya dengan berkumpul bersama saudara-saudara sesama muslim untuk menguatkan jiwa yang luar biasa karena tantangan besar dari lingkungan sekitar. Berkumpul juga bisa menjadi ajang bertukar informasi dan ajang saling berbagi keluh kesah dan mencari solusinya.

Acara berkumpul resminya diorganisir melalui beberapa Islamic Centers, organisasi Islam, atau melalui masjid yang, khusus untuk kota Adelaide, berjumlah tak kurang dari 10 masjid.  Undangan dan pemberitahuan biasanya diberikan melalui telepon, pesan SMS, surat, atau melalui website dan jaringan sosial di internet. Acara dikemas dalam bentuk pengajian baik rutin atau sewaktu, misalnya jika ada tamu berupa ulama atau pakar lain dari luar Australia. Sesekali pula berkumpulnya berupa gathering party yang diramu menarik dengan games bagi anak-anak, dan makanan yang dibawa masing-masing dari rumah. Kadang pula dengan acara bakar-bakar daging dan sosis di taman. Dalam suasana yang semacam inilah para brothers and sisters yang berasal dari berbagai negara berbagi cerita, curhat, tips dan trik dalam banyak hal.
Kegiatan memperkenalkan Islam biasanya digelar di kampus dan di ruang publik. Dilakukan dengan membagi brosur, atau public speaking. Sesekali pula dengan menyiapkan beberapa brothers dan sisters di titik-titik strategis kota yang secara proaktif mendekati pejalan kaki menanyai jika ada yang ingin mereka ketahui tentang Islam. Beberapa kajian yang serius tentang Al Qur’an dan hadits juga disediakan oleh Islamic Centers. Juga pelayanan konsultasi masalah keluarga. Tak jarang pula, dari kegiatan berkumpul ini tercetus ide untuk melakukan aksi mendukung perjuangan saudara Muslim di belahan bumi lain misalnya penggalangan dana untuk Palestina dan Syria.

Semangat ber-Islam di kalangan Muslimah khususnya di Adelaide terasa cukup kental. Kadang ketika berkumpul, kami saling bertanya alasan di balik semua itu. Barangkali karena tantangan yang kita hadapi demikian jelas sehingga semangat untuk terus merapat kepada sesama saudara menjadi suatu keniscayaan. Dan ukhuwah yang terjalin sungguh besar maknanya dalam menguatkan hati dan keimanan selama tinggal di Australia. Lebih bersyukur lagi bahwa kebersamaan itu mampu menjadi ajang untuk memperluas syiar Islam dan membantu saudara kita yang tengah dirundung malang di berbagai belahan dunia.(*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved