Perspektif

Nasihat untuk Calon Wali Kota

Oleh Aswar Hasan Anggota Forum Dosen-Majelis Tribun Timur


Oleh Aswar Hasan
Anggota Forum Dosen-Majelis Tribun Timur


Ada lebih dari 30 calon Wali Kota Makassar yang saat ini mengemuka di ruang publik. Mereka menunjukkan rasa percaya diri dan merasa bisa terpilih. Padahal, belum tentu mereka  bisa merasa bahwa dirinya bakal dipilih.
    Merasa bisa dan bisa merasa, tentu beda makna dan implikasinya. Banyak orang merasa bisa, tetapi sedikit diantara mereka yang bisa merasa. Biasanya, orang  yang merasa bisa, punya rasa percaya diri tinggi. Cenderung mengabaikan pertimbangan bagaimana sesungguhnya persepsi orang terhadap dirinya.
    Orang di luar dirinya mungkin menilai bahwa sesungguhnya dia tidak mampu, tetapi yang bersangkutan tidak menyadari dan mengetahui akan penilaian tersebut. Artinya, dia tidak bisa merasa bagaimana sesungguhnya dirinya di mata orang lain. Sikap orang yang merasa bisa adalah sikap pendirian yang sangat subjektif, sulit menerima kritik dan saran, apalagi nasihat.
    Sebaliknya, orang yang bisa merasa adalah sosok yang bisa bersikap objektif, lebih empati (mampu menempatkan diri sebagaimana situasi orang lain) bisa berbagi, bekerjasama, tidak egois, dan lebih berorientasi  kepentingan dan kebaikan bersama.
    Masyarakat sesungguhnya lebih membutuhkan calon walikota yang tidak hanya merasa bisa, tetapi lebih pada sosok yang  bisa merasa. Bisa merasakan denyut nadi penderitaan masyarakat urban, bisa merasakan keluhan pengguna jalan yang terkunci dikemacetan, bisa merasakan kesulitan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang pantas dan manusiawi.
    Bisa merasakan betapa masyarakat merindukan fasilitas umum di ruang publik yang menyenangkan dan membanggakan. Termasuk bisa merasakan persoalan klasik tentang sampah yang berserakan di mana-mana, hingga saluran got dan kanal yang mampet, sehingga ketika hujan berketerusan, banjir pun tumpah ruah.
    Kalau sudah bisa merasakan deretan masalah publik tersebut, maka barulah menjadi menarik untuk berdiskusi, sejauhmana Anda layak,  dan mampu serta dapat dipercaya oleh masyarakat memimpin Kota Makassar.
    Tetapi sebelum menyatakan diri telah siap maju menjadi Calon Wali Kota Makassar, mungkin sebaiknya kita membincang terlebih dulu tentang  lima hal penting. Pertama, bagaimana menguasai ilmu membaca. Situasi politik harus bisa kita baca secara cermat. Salah membaca, berakibat kesalahan dalam melangkah.
    Kedua, bagaimana mendengar secara baik dan benar. Kepekaan mendengar aspirasi menjadi hal utama jika ingin meraup suara rakyat. Maka dengarkanlah suara rakyat. Siapa yang paling bisa dianggap mendengar dengan baik dan benar, maka niscaya suara rakyat bakal tertuju kepadanya. (*)

Selengkapnya baca di Tribun edisi cetak

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved