Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Timur

Cawali Makassar Hanya Tawarkan Mimpi

Minggu, 24 Februari 2013 16:05 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -Pemilihan  Wali Kota Makassar tersisa tujuh bulan lagi. Kandidat kian gencar berkampanye dengan berbagai cara. Rakyat pun dibuai melalui berbagai janji politik.

Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) membagi tips bagaimana memilih pemimpin kota yang amanah dan mampu mengakomodir semua kepentingan.

Seorang wali kota adalah pemimpin yang peka pada kepentingan warga kota. Apa kepentingan warga kota? Kandidat merumuskan jawaban pertanyaan ini berdasarkan kondisi lapangan. Dari situlah akan tampak, mana kandidat yang mampu mengurusi rakyat dan mana tidak.

"Pertama harus dicermati publik adalah apakah bahasa politik dan gerak politik pihak yang mau maju sebagai kandidat wali kota mencerminkan aspek kepentingan warga kota, problem warga atau tidak?" sebut Direktur Eksekutif LAPAR, Abdul Karim, Minggu (24/2/2013).

Karim mengaku, berdasarkan pengamatannya, sejumlah kandidat justru tidak mencerminkan aspek tersebut. Dapat dilihat dari gerak politik.

Dominan bergerak ke level atas atau elit politik. Kandidat masih disibukkan mencari pasangan.

Jika ke bawah, mereka tidak menyerap kepentingan politik warga. Hanya datang menawarkan mimpi kepada warga.

Bahasa politik cenderung berputar pada ranah dukungan saja. Seharusnya dilakukan, kata Karim, merumuskan kepentingan politik warga kota dan memetakan masalah warga sesuai dengan kondisi kekinian.(*/tribun-timur.com)
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Muh. Irham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas