A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Psikolog :Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Timur

Psikolog :Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan

Senin, 18 Februari 2013 17:42 WITA
MAKASSAR, TRIBUN TIMUR - Menyikapi maraknya aksi mengahiri hidup dengan cara bunuh diri, seperti minum obat, ataupun dengan melompat dari ketinggian. Menurut salah seorang Psikolog dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof  Jufri disebabkan kondisi psikologi anak yang tidak stabil atau menurun, serta adanya kesalahan mengolah pikiran.

Kondisi psikolog  yang tidak stabil bisa membuat terjadinya perubahan mood ( suasana hati), atau bila memakai istilah anak muda sekarang galau tingkat tinggi. Kondisi seperti ini   dapat menimbulkan  orang defresi atau ganguan kejiwaan.

"Remaja yang dikenal dengan masa galau, memang sangat mudah dihinggapi depresi. Kondisi itu akan sangat mudah membuat orang tersebut berbuat semaunya , bahkan mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar, "Kata Prof Jufri, Selasa (18/2/2013).

Gangguan yang juga disebut bipolar dalam istilah psikolog adalah sebuah bentuk gangguan kejiwaan yang berulang dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Prof Jufri, ganguan seperti itu disebabkan adanya masalah pada anak  yang dipendam atau ditutupi.

Selain itu, lanjut Jufri, orang nekat melakukan bunuh diri, karena kondisi lingkunngan, yang mana seorang anak tidak mempunyai tempat untuk mencurahkan  masalahnya tersebut. Sehingga dengan cara pintas menyelesaikan masalah itu melakukan bunu diri.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, orang tua  berperang penting dalam mengawasi anaknya, serta mereka harus mengetahui pokok permasalahan yang tengah mendera anak mereka," tuturnya.

Kata Jufri, penyakit berbahaya yang melanda kalangan anak muda  bukan hanya penyakit berbentuk sakit fisik, tetapi juga penyakit  psikologis seperti  penyakit galau.


"Penyakit yang paling banyak diderita orang sekarang adalah kesalahan  cara mengolah pikirannya, yaitu  sekitar 80 persen," ungkapnya.

Jufri berharap untuk menghindari kondisi seperti itu perlu dilakukan  konsultasi ke psikolog terdekat atau anak yang memiliki masalah jangan ditutupi.

"Masalahnya kondisi anak sekarang malu untuk pergi ke psikolog, karena mereka menilai jika ke tempat itu, dia nilai mereka telah mengalami penyakit kejiwaan alias gila.Padahal orang sehat pun perlu konsultasi dengan psikolog untuk memahami kondisi jiwa mereka dan mendapatkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi agar tidak salah arah dan langkah dalam menempuh jalan keluar," jelasnya. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas