A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Anak Polisi Akan Laporkan Polrestabes Makassar ke Mabes Polri - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Timur

Anak Polisi Akan Laporkan Polrestabes Makassar ke Mabes Polri

Minggu, 17 Februari 2013 16:57 WITA
SUNGGUMINASA,TRIBUN-TIMUR.COM- Zadly Zainal warga Kecamatan Somba Opu, Gowa yang menjadi korban penganiayaan aparat Polrestabes Makassar saat terjadi bentrok pengamanan dan pengembalian batas tanah di Jl.AP Pettarani, Kamis (14/2) akan melaporkan Polrestabes Makassar ke Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabespolri).

"Saya akan menempuh jalur hukum dan saya akan melaporkan kejadian ini ke Mabespolri,"ujarnya saat ditemui Tribun, Minggu (17/2).

Zadly yang juga anak dari Bripka Zainal, tersangka yang saat ini ditahan di Polrestabes Makassar bersama Brigpol Heri, tidak terima atas perlakuan aparat polrestabes Makassar yang menganiaya, menyiksa dan menahannya selama 2 X 24 jam. Ketika kejadian berlangsung, Zadly yang juga seorang wartawan media elektronik ini sedang mengambil gambar, namun aparat lalu menghantam tulang pipi kirinya oleh senjata laras panjang, kemudian kameranya dirampas dan dia juga ditendang. Id cardnya ditarik dan dibuang. Selain Zadly, ada sekitar delapan warga Gowa yang juga ditahan saat kejadian.

Dua petugas polisi yang bertugas di Kepolisian Resort (Polres) Gowa, Brigpol Heri dan Bripka Zainal ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap anggota Polrestabes Makassar."Kenapa mereka melakukan perlawanan karena tanah seluas 3.700 meter persegi itu yang awalnya milik Andi Madusilla sudah dikuasakan atas nama Bripka Zainal bukan milik Yenni Widjaya,"ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwasannya jika pihak Yenni yang mengklaim kepemilikan tanah itu akan meminta pengembalian batas tanah seharusnya ada surat pemberitahuan dari Badan Pertahanan Negara (BPN),"tapi orang BPN yang kita tunggu-tunggu saat itu juga tidak muncul-muncul,"tambahnya.

Menurut Zadly lahan tersebut bukanlah lahan yang sedang disengketakan karena tidak pernah kasusnya masuk ke ranah pengadilan. Dia mengaku saat ini sudah menyiapkan tiga orang pengacara untuk melaporkan Kapolrestabes Makassar, Kasatreskrim, Kasat Sabhara, Wakasat Sabhara dan seluruh anggota yang sudah menganiayanya,"dengan bukti video yang saya pegang,". Dia juga akan memberikan  laporan tertulis kepada Kapolri, Komnas HAM, Kompol NAS dan lembaga hukum lainnya.(*/tribun-timur.com)
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas