• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribun Timur

Diperlakukan Buruk, Warga Rehabilitasi Narkoba Baddoka Kabur

Jumat, 25 Januari 2013 22:44 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Puluhan warga binaan panti rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel, melarikan diri lantaran diperlakukan tidak layak. Pasien ditempat ini bahkan diperlakukan seperti pelaku tindak kejahatan dan tidak pernah mendapat pengobatan dan perawatan selama rehabilitasi.

Rizaldi Ariansyah (26), keluarga Haidir Faksi (21), salah satu warga binaan BNN Baddoka, menjelaskan bahwa adiknya melarikan diri karena kecewa atas perlakuan petugas BNN serta sistem rehabiltasinya sangat buruk. "Adik saya ditahan di jeruji besi layaknya pelaku kejahatan," kata Rizaldi, Jumat (25/1/13).

Lebih lanjut Rizaldi mengatakan, bahwa adiknya menceritakan di BNN tidak ada perawatan medis dan spiritual seperti seperti yang dijanjikan. Pasien yang sakaw itu hanya dimasukan ke dalam ruang isolasi tanpa pengawasan. Parahnya lagi, senioritas sangat kental antar pasien.

"Benrokan di BNN antar sesama pasien, itu terjadi karena ketidakberesan di pusat rehabilitasi, bahkan setelah mereka kabur ia kemudian ditetapkan sebagai buronan. Haidir bukanlah pecandu narkotika golongan berat seperti sabu, ekstasi ataupun ganja, ia hanya tergantung obat sejenis dextro yang dijual bebas di apotek," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel, Richard M Nainggolan. dikonfirmasi Tribun, engan berkomentar terkait insiden tersebut. "Kalau mau tanya itu silahkan hubungi Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto," katanya.

Sementara Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto, dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui jika ada tahanan kabur. "Saya belum tahu dan saya lagi diluar daerah lagi rapat," ungkapnya. 

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi, membenarkan adanya warga binaan BNN Baddoka yang kabur. Menurutnya, kaburnya puluhan pasien rehabilitasi terjadi saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, 22 Januari 2013. "Sudah delapan orang  kembali sementara 22 orang lainnya masih dalam pencarian.

Mantan Wakapolrestabes Makassar ini, mengatakan, bahwa penyidik sudah memeriksa empat saksi. Mereka adalah Andi M Thurzinawan, Iqbal, Rina, dan Ana, masing-masing petugas BNN. "Ke empat saksi mengatakan melihat pelaku merusak fasilitas kantor," jelasnya.

Akibat bentrokan itu, kata Endi, sejumlah kaca kantor, lampu taman, pintu dan sejumlah peralatan balai lainnya mengalami kerusakan bahkan sebanyak 30 pasien melarikan diri. Namun, sebagian lainnya, sudah ditangkap.

"Dalam kasus in, tujuh orang yang diduga provokator yakni Rasyid, Ardi, Alvian, Arga, Ahmad, Fahmi dan Fajar Asmar sudah dimintai keterangannya," ungkapnya.
Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
229412 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas