A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Komnas HAM Sebut Penembakan Teroris Wahidin Rekayasa - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Timur

Komnas HAM Sebut Penembakan Teroris Wahidin Rekayasa

Sabtu, 5 Januari 2013 14:00 WITA
Komnas HAM Sebut Penembakan Teroris Wahidin Rekayasa
Densus 88
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyesalkan ulah Polisi dari Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri yang menembak mati dua terduga teroris jaringan Poso di Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 10.45 wita.

Terjuluk teroris bernama Hasan alias Kholik dan Syamsuddin alias Asmar alias Buswah. Keduanya tewas ditembak Densus saat berada di depan pintu masuk Masjid tersebut.

Wakil Ketua Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron, mengatakan, justru Densus dalam insiden maut itu melanggar undang-undang HAM. Meski, dua orang yang polisi duga sebagai jaringan teroris tersebut masih sebatas dugaan namun aparat sudah main hakim sendiri. Selain itu, kata Nurkhoiron, kejadian cenderung diskenariokan atau rekayasa.

"Giliran Makassar/Sulsel jadi kelinci percobaan Densus 88. Teman-teman pemantau Komnasham menemukan indikasi orang-orang teroris itu adalah "peliharaan" mereka juga. Komnasham sedang kumpulkan bukti bahwa penanganan teroris dengan cara seperti ini itu salah besar. Justeru densus yang melanggar HAM karena orang yang ditembak mati baru dugaan,

Jadi kejadian di Makassar itu ada skenario untuk membuat masyarakat sekitar, terutama kalangan ustad, kalangan pesantren, ulama tersudutkan, apalagi menjelang Pilgub. Proyek polisi soal teroris ini betul-betul melanggar undang-undang HAM dan bahkan melanggar undang-undang kepolisian sendiri. Polri mestinya harus menjelaskan kejadian ini dengan benar, bukan ngaur, belum ada kejelasan siapa jejaring yang polisi maksudkan," jelas M Nurkhoiron kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Sabtu (5/1/2013).

Lebih lanjut, menurut M Nurkhoiron, polisi atau densus 88 perlu dievaluasi. Kalau aparat dibiarkan sewenang-wenang mengeluarkan stigma sekaligus melumpuhkan terjuluk teroris, kata M Nurkhoiron, maka akan semakin mengancam ketentraman dan kedamaian masyarakat Kota Makassar khususnya.
Penulis: Ilham
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
202191 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas