A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bili Bili Meluap? Ini Penjelasan Pengelolanya - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Timur

Bili Bili Meluap? Ini Penjelasan Pengelolanya

Sabtu, 5 Januari 2013 22:40 WITA
Bili Bili Meluap? Ini Penjelasan Pengelolanya
TRIBUN TIMUR/EDI SUMARDI
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Entah sumber pertama dari mana. Sebuah pesan berantai (broadcast) BlackBerry Messenger (BBM) diduga menyesatkan beredar luas di Makassar, Sabtu (5/1/2013). Pesan tersebut berisi informasi soal luapan air di Bendungan Bili Bili, Kabupaten Gowa. Beredar saat banjir melanda sebagian wilayah Sulsel.

“Mohon do'a.y O:)
Jembatan bili-bili skrg sudah mulai menguap dan sudah lewat dri 30cm dr air yg biasa d tampung , skrg warga sudah mulai berdo'a bersama agar kira nya hujan di hentikan dan tdk trjadi hal2 yg tdk d inginkan...
Tlg d bantu BC bagi warga Makassar O:) O:) O:)
Khusus nya sul-sel !” demikian isi pesan tanpa disunting.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel selaku otoritas atas bendungan ini memberi penjelasan. Apa penjelasannya?

“Memang, air di bendungan diluapkan ke sungai setiap musim hujan. Kalau tidak meluap ke mana-mana dan itu lebih bahaya. Nanti, air dari musim hujan ini dipakai saat musim kemarau,” kata Kepala Dinas PSDA Sulsel, Soeprapto Budisantoso sata dikonfirmasi, malam ini.

“Kelebihan air disalurkan melalui pintu penyaluran pembuangan dan memang dibuang lewat situ. Debit air di bendungan saat ini masih normal, saya lupa angkanya. Pesan seperti itu tak usah dipedulikan, bikin susah warga,” ujarnya.

“Tinggi pintu pembuangan empat meter dan baru meluap 30 centimeter. Angka itu masih normal. Sudah tidak normal atau bahaya kalau meluap dua meter. Sirine akan berbunyi dan dalam kondisi bahaya. Mohon warga agar tetap tenang,” kata Soeprapto mengimbau.(*)
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Edi Sumardi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas