Pendaki: Kami Diterjang Badai di Lembanna
Pendaki: Kami Diterjang Badai di Lembanna
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Muh. Irham
Seorang pendaki, Mori alias Abdul Rahman (24) mahasiswa UNM yang sempat diwawancara Tribun mengatakan, sekitar pukul 07.00 wita kemarin, dia bersama ke-18 orang lainnya mulai melakukan pendakian ke gunung yang ada di Kabupaten Gowa tersebut. Selain UNM, ada juga mahasiswa dari Unhas, UMI, pelajar SMA Berru dan seorang pemandu dari Primagama.
"Kita mulai dari Desa Lembanna, tapi ketika sampai di pos VII sorenya ada badai kencang," ujarnya.
Badai disertai hujan yang kencang membuat mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga ke puncak Bawakaraeng. Akhirnya empat orang dari mereka turun gunung untuk mencari bantuan kepada warga Desa Lembanna. Mori mengutarakan bahwa semua personil mengalami kedinginan yang hebat, sebab hujan sudah membasahi pakaian yang dikenakan. Bahkan diantara mereka semua, seorang pelajar kelas VIII SMP yang ikut mengalami kedinginan paling parah. "Kita semua didalam tenda, tidak ada yang bisa keluar karena kedinginan dan hujan keras,"lanjut Mori.
Sekitar pukul 23.30 wita, warga yang berhasil naik membawakan mereka makanan. Dan paginya pukul 07.30 wita mereka semua berhasil turun ke pos VI ketemu basarnas dari unhas yang kemudian membawa mereka kembali ke pos Lembanna.(*/tribun-timur.com)