Sabtu, 29 November 2014
Tribun Timur

Jenderal Koruptor Penggagas Plat Ganjil-Genap Jakarta

Selasa, 1 Januari 2013 10:02 WITA

Jenderal Koruptor Penggagas Plat Ganjil-Genap Jakarta
REPRO TRIBUNNEWS
Irjen Djoko Susilo
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Tidak banyak yang tahu jika Inspektur Jenderal Djoko Susilo, mantan Kepala Korlantas Polri, adalah orang pertama yang mempertimbangkan ide pemberlakuan plat kendaraan ganjil-genap sebagai solusi kemacetan di Jakarta. Hal itu diungkapkan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam diskusi di Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (31/12/2012).

"Djoko Susilo orang pertama menggagas ini waktu Beliau menjabat Direktur Lantas Polda Metro," ungkap Neta.

Gagasan tersebut diungkapkan tersangka dalam kasus simulator SIM itu pada tujuh tahun lalu, saat Jakarta masih dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Meski menjadi penggagas, kata Neta, Djoo termasuk orang yang pesimis ide tersebut bisa diterapkan.

"Dia tidak yakin ide itu bisa dijalankan karena dia sadar jumlah polisi terbatas untuk pengawasan," jelas Neta.

Gubernur Sutiyoso pun enggan menerapkan ide tersebut. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, keengganan Bang Yos karena sadar kesiapan infrastruktur pendukung kebijakan tersebut.

"Bang Yos tahu sumber daya, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur belum siap. Dia tahu perlu persiapan matang sebelum ide itu dijabarkan," ujar Yayat.

Ide pemberlakuan plat nomor ganjil-genap untuk menentukan hari beroperasinya kendaraan juga tidak diterapkan selama periode kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo. Program tersebut baru akan dilakukan pada masa kepemimpinan Jokowi-Basuki. Menurut rencana, kebijakan ganjil-genap akan mulai diterapkan pada Maret 2013.(*)
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas