• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Timur

Waduh, Rumah Sakit Bone Salah Diagnosa Darah

Senin, 31 Desember 2012 11:42 WITA
WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mendapat kecaman dari seorang pasien lantaran salah mendiagnosa golongan darah saat akan melakukan transfusi darah, Minggu (30/12/2012).

Insiden ini bermula saat Nasrun (53), pasien asal Sengkang, Kabupaten Wajo. Laki-laki ini menderita leukimia dan dirujuk ke RSUD Tenriawaru dari Klinik Madani Watampone, untuk menjalani transfusi darah.

Di RSUD Tenriawaru ini, korban terlebih dahulu didiagnosa oleh Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai proses awal sebelum menjalani transfusi darah.

Namun hasil diagnosa UTD menunjukkan Nasrun memiliki golongan darah B. Hasil diagnosa ini berbeda dengan keyakinan Nasrun dan keluarganya yang yakin bahwa golongan darah Nasrun adalah golongan O.

Perbedaan golongan darah ini membuat sejumlah kerabat korban kebingungan sebab selama ini pasien selalu menggunakan golongan darah O saat menjalani transfusi darah.

Meski kebingungan Nasrun akhirnya  membeli kantung darah dengan golongan darah B. Namun, sebelum menjalani tranfusi, pihak keluarga masih meributkan perbedaan golongan darah pasien, apalagi kebanyakan kerabat Nasrun memiliki darah dengan golongan O.

Akhrnya UTD mendiagnosa kembali darah Nasrun dan dalam pemeriksaan kedua ini ternyata golongan darah Nasrun memang golongan O.

"Kita dari tadi protes bilang kenapa bisa berubah golongan darahnya tapi jawabannya yang mana lebih pintar petugas atau kalian. Masa begitu jawabannya? Rumah sakit macam apa ini? Untung kita protes kalau tidak bagaimana jadinya nanti?" beber Hidayat, salah seorang kerabat Nasurn, dengan nada geram.

Menurutnya, kesalahan seperti ini dapat berdampak fatal jika golongan darah yang  didonorkan kepada pasien tidak sesuai dengan jenis golongan darah pasien tersebut.

Kesalahan seperti itu bisa mengakibatkan seorang pasien harus melakukan cuci darah yang tentu saja membutuhkan dana besar.

Hidayat menambahkan, mestinya pihak UTD menggunakan standar yang baku setiap memeriksa jenis golongan darah pasien.

Sementara itu, pihak RSUD Tenriawaru berkilah kesalahan diagnosa itu disebabkan pasien atau hasil diagnosa rumah sakit lain.

"Saya pikir tidak ada kesahaan karena diagnosa itu melalui laboratorium dan mungkin ini terjadi karena pasien mengaku bergolongan darah B atau rumah sakit sebelumnya mendiagnosa golongan darah B sebelum dirujuk ke sini," kata Ramli SH, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Tenriawaru.(*)
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas