Selasa, 28 April 2015

Waduh, Rumah Sakit Bone Salah Diagnosa Darah

Senin, 31 Desember 2012 11:42

Insiden ini bermula saat Nasrun (53), pasien asal Sengkang, Kabupaten Wajo. Laki-laki ini menderita leukimia dan dirujuk ke RSUD Tenriawaru dari Klinik Madani Watampone, untuk menjalani transfusi darah.

Di RSUD Tenriawaru ini, korban terlebih dahulu didiagnosa oleh Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai proses awal sebelum menjalani transfusi darah.

Namun hasil diagnosa UTD menunjukkan Nasrun memiliki golongan darah B. Hasil diagnosa ini berbeda dengan keyakinan Nasrun dan keluarganya yang yakin bahwa golongan darah Nasrun adalah golongan O.

Perbedaan golongan darah ini membuat sejumlah kerabat korban kebingungan sebab selama ini pasien selalu menggunakan golongan darah O saat menjalani transfusi darah.

Meski kebingungan Nasrun akhirnya  membeli kantung darah dengan golongan darah B. Namun, sebelum menjalani tranfusi, pihak keluarga masih meributkan perbedaan golongan darah pasien, apalagi kebanyakan kerabat Nasrun memiliki darah dengan golongan O.

Akhrnya UTD mendiagnosa kembali darah Nasrun dan dalam pemeriksaan kedua ini ternyata golongan darah Nasrun memang golongan O.

"Kita dari tadi protes bilang kenapa bisa berubah golongan darahnya tapi jawabannya yang mana lebih pintar petugas atau kalian. Masa begitu jawabannya? Rumah sakit macam apa ini? Untung kita protes kalau tidak bagaimana jadinya nanti?" beber Hidayat, salah seorang kerabat Nasurn, dengan nada geram.

Halaman12
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas