Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2013, Pemkab Bone Genjot Tiga Mega Proyek

-Ada tiga proyek megah di Kabupaten Bone yang bakal digenjot untuk tahun 2013-2015

Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Taufik
WATAMPONE,TRIBUN-TIMUR.COM--Ada tiga proyek megah di Kabupaten Bone yang bakal digenjot untuk tahun 2013-2015. Dua diantaranya merupakan proyek pemerintah Kabupaten Bone bekerja sama dengan pemerintah pusat yang kini masih dalam tahap pembangunan sedangkan satu lagi merupakan proyek pembangunan yang dikelolah anak group PT Ta'Disangka.

Pembangunan ketiga proyek yang tidak mengelontorkan dana yang sedikit ini sudah berjalan namun masih belum kelar dan beroperasi.
Seperti Pembangunan bandara Mappalo Ulaweng yang berada di Kecamatan Awampone telah berjalan sejak tahun 2007 lalu dan ditargetkan akan beroperasi awal tahun 2013 ini. Bandara yang menghabiskan dana hingga 68 miliar dengan luas areal mencapai 60 hektare.

"Ada sembilan poin standar kelayakan bandara dan semuanya telah dipenuhi cuman masih dalam proses penyesuaian dan kesepakatan untuk standar operasional bandara serta jadwal penerbangan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bone H Andi Sumardi Suaib, Senin (31/12).

Ia menjelaskan, pembangunan bandara tersebut difasilitasi dengan ruang tunggu yang mampu menampung 100 orang dengan panjang landasannya mencapai 900 meter. Bandara juga dilengkapi dengan parkiran pesawat dan kendaraan pengunjung bandara sehingga bandara ini sudah layak didarati pesawat.

Sumardi menyebutkan, pihaknya juga telah merapatkan dengan sejumlah perusahaan dan pemerintah pusat untuk menambahkan anggaran pembangunan pagar pelindung di sekitar landasan pesawat sehingga disepakati akan ditambahkan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

"Masyarakat Bone mesti bangga dengan hadirnya bandara di daerah mereka dan ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah daerah dan Bupati Bone. Bandara ditargetkan akan diresmikan 2013 nanti dan ini harus didukung dengan mendesak pemerintah pusat untuk segera menyesuaikan bandara, " terangnya.

Selain bandara, Kabupaten Bone juga menghadirkan pelabuhan nusantara yang berada di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang. Pelabuhan yang ditargetkan menggunakan dana sebanyak Rp 300 miliar ini dibangun sejak pertengahan 2012. Progres anggaran 2012 telah mencapai 40 persen.
Pelabuhan rakyat ini akan menjadi aset terbesar Kabupaten Bone, sebab memiliki posisi strategis dalam membangun perekonomian Kabupaten Bone.

Pelabuhan nusantara ini memiliki panjang case way 400 meter dan trestel 1.900 meter serta dilengkapi lapangan penumpukan 100x100. Pelabuhan ini memiliki dermaga dengan panjang 12 meter dan lebar 70 meter.

"Jika pelabuhan nusantara selesai pembangunannya yang ditargetkan rampung pada tahun 2015 mendatang, maka barang-barang yang dibutuhkan dulunya diambil dari Makassar, jalur transportasinya dapat dipersingkat," terang Kepala Syahbandar Bajoe Andi Abbas.

Menurutnya, diperlukan aturan dari sekarang yang dapat menunjang pemanfaatan pelabuhan itu secara maksimal karena pelabuhan ini nantinya mampu memacu perekonomian di Bone.

"Misalnya besi yang dibeli dari Surabaya harus singgah dulu di Makassar, lalu diangkut ke Bone melalui jalur darat, itu berarti, nilai sudah meningkat, karena dibutuhkan lagi biaya dari Makassar ke Bone, jika pelabuhan nusantara ini selesai, maka dari Surabaya bisa langsung ke Bone, tentu secara ekonomi akan lebih murah, tetapi ini semua tentu membutuhkan regulasi dari pemerintah daerah" ucap Andi Abbas.

Kabupaten Bone juga akan memiliki hotel berbintang tiga plus. Hotel bernama Grand Yasika Hotel ini dibangun di atas lahan seluas 5150 meter persegi yang terdiri 12 lantai dengan menyiapkan 117 kamar dan ball room berkapasitas 1000 orang, tiga meeting room, restoran, fitnes centre, sarana hiburan lainnya.

"Insyallah saya targetkan 1 tahun selesai pembangunannya, paling molor dua tahun, yang paling sulit saya rasakan, adalah mendapatkan lokasi ini, karena merupaka pusat Bone dan miliknya para bangsawan di Bone, tempat ini menjadi salah satu ikon sejarah Bone, Hotel Yasika ini terdiri dari 12 lantai dan akan menelan Rp 100 miliar lebih,"
terang Direktur Utama PT Ta'Disangka Group Yasir Mahmud

Ia menambahkan, hotel yang akan dibangunnya itu dibawah naungan PT Yasika, yang merupakan salah satu grop PT Ta'Disangka dan ditargetkan akan rampung 2015 nanti dengan dana sebesar Rp 100 miliar. Yasir menjelaskan hotel Yasika ini menggunakan gaya arsitektur modern simpel dengan pendekatan khas Bone, seperti songko Tau Bone dan sarung tau Bone. (Yud)
Dua diantaranya merupakan proyek pemerintah Kabupaten Bone bekerja sama dengan pemerintah pusat yang kini masih dalam tahap pembangunan sedangkan satu lagi merupakan proyek pembangunan yang dikelolah anak group PT Ta'Disangka.

Pembangunan ketiga proyek yang tidak mengelontorkan dana yang sedikit ini sudah berjalan namun masih belum kelar dan beroperasi.
Seperti Pembangunan bandara Mappalo Ulaweng yang berada di Kecamatan Awampone telah berjalan sejak tahun 2007 lalu dan ditargetkan akan beroperasi awal tahun 2013 ini. Bandara yang menghabiskan dana hingga 68 miliar dengan luas areal mencapai 60 hektare.

"Ada sembilan poin standar kelayakan bandara dan semuanya telah dipenuhi cuman masih dalam proses penyesuaian dan kesepakatan untuk standar operasional bandara serta jadwal penerbangan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bone H Andi Sumardi Suaib, Senin (31/12).

Ia menjelaskan, pembangunan bandara tersebut difasilitasi dengan ruang tunggu yang mampu menampung 100 orang dengan panjang landasannya mencapai 900 meter. Bandara juga dilengkapi dengan parkiran pesawat dan kendaraan pengunjung bandara sehingga bandara ini sudah layak didarati pesawat.

Sumardi menyebutkan, pihaknya juga telah merapatkan dengan sejumlah perusahaan dan pemerintah pusat untuk menambahkan anggaran pembangunan pagar pelindung di sekitar landasan pesawat sehingga disepakati akan ditambahkan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

"Masyarakat Bone mesti bangga dengan hadirnya bandara di daerah mereka dan ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah daerah dan Bupati Bone. Bandara ditargetkan akan diresmikan 2013 nanti dan ini harus didukung dengan mendesak pemerintah pusat untuk segera menyesuaikan bandara, " terangnya.

Selain bandara, Kabupaten Bone juga menghadirkan pelabuhan nusantara yang berada di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang. Pelabuhan yang ditargetkan menggunakan dana sebanyak Rp 300 miliar ini dibangun sejak pertengahan 2012. Progres anggaran 2012 telah mencapai 40 persen.
Pelabuhan rakyat ini akan menjadi aset terbesar Kabupaten Bone, sebab memiliki posisi strategis dalam membangun perekonomian Kabupaten Bone.

Pelabuhan nusantara ini memiliki panjang case way 400 meter dan trestel 1.900 meter serta dilengkapi lapangan penumpukan 100x100. Pelabuhan ini memiliki dermaga dengan panjang 12 meter dan lebar 70 meter.

"Jika pelabuhan nusantara selesai pembangunannya yang ditargetkan rampung pada tahun 2015 mendatang, maka barang-barang yang dibutuhkan dulunya diambil dari Makassar, jalur transportasinya dapat dipersingkat," terang Kepala Syahbandar Bajoe Andi Abbas.

Menurutnya, diperlukan aturan dari sekarang yang dapat menunjang pemanfaatan pelabuhan itu secara maksimal karena pelabuhan ini nantinya mampu memacu perekonomian di Bone.

"Misalnya besi yang dibeli dari Surabaya harus singgah dulu di Makassar, lalu diangkut ke Bone melalui jalur darat, itu berarti, nilai sudah meningkat, karena dibutuhkan lagi biaya dari Makassar ke Bone, jika pelabuhan nusantara ini selesai, maka dari Surabaya bisa langsung ke Bone, tentu secara ekonomi akan lebih murah, tetapi ini semua tentu membutuhkan regulasi dari pemerintah daerah" ucap Andi Abbas.

Kabupaten Bone juga akan memiliki hotel berbintang tiga plus. Hotel bernama Grand Yasika Hotel ini dibangun di atas lahan seluas 5150 meter persegi yang terdiri 12 lantai dengan menyiapkan 117 kamar dan ball room berkapasitas 1000 orang, tiga meeting room, restoran, fitnes centre, sarana hiburan lainnya.

"Insyallah saya targetkan 1 tahun selesai pembangunannya, paling molor dua tahun, yang paling sulit saya rasakan, adalah mendapatkan lokasi ini, karena merupaka pusat Bone dan miliknya para bangsawan di Bone, tempat ini menjadi salah satu ikon sejarah Bone, Hotel Yasika ini terdiri dari 12 lantai dan akan menelan Rp 100 miliar lebih,"
terang Direktur Utama PT Ta'Disangka Group Yasir Mahmud

Ia menambahkan, hotel yang akan dibangunnya itu dibawah naungan PT Yasika, yang merupakan salah satu grop PT Ta'Disangka dan ditargetkan akan rampung 2015 nanti dengan dana sebesar Rp 100 miliar. Yasir menjelaskan hotel Yasika ini menggunakan gaya arsitektur modern simpel dengan pendekatan khas Bone, seperti songko Tau Bone dan sarung tau Bone. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved