A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Johan Budi: Kasus PDAM Makassar, Tak Ada Kebal Hukum - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Timur

Johan Budi: Kasus PDAM Makassar, Tak Ada Kebal Hukum

Minggu, 9 Desember 2012 19:35 WITA

Fajriani

Pengunjung Warkop 115,

Melaporkan dari Toddopuli, Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Johan Budi memastikan bahwa penyidik KPK sementara melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar.

Hal itu dilakukan berdasarkan hasil audit dan data-data awal yang masuk di KPK. Hasil telaah, KPK berkesimpulan perlu melakukan tindak lanjut untuk mengumpulkan bahan keterangan terkait laporan tersebut.

Johan menegaskan hal itu melalui sambungan telepon pada diskusi bertema Kasus PDAM Makassar Kini di Genggaman KPK, Minggu sore, 9 Desember 2012. Diskusi ini berlangsung di Warkop 115, Jalan Toddopuli Raya Utara, Makassar. Diskusi ini disiarkan langsung Radio Suara Celebes FM dan SunTV Makassar.

“Beberapa waktu lalu, KPK sedang ada kegiatan di Makassar. Pada saat itu pula, penyidik kami memeriksa pula beberapa pihak terkait kasus ini. Saya belum bisa memastikan, berapa waktu yang kami butuhkan. Yang bisa kami pastikan bahwa tidak ada yang kebal hukum,” tegas Johan.

Pada diskusi ini, hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Syukri Akub, SH.MH (akademisi Fakultas Hukum Unhas), Jusman AR (Direktur LP Sibuk), dan Arief Wicaksono (pemerhati social). Diskusi ini dilaksanakan Garda Tipikor Fakultas Hukum Unhas, Lembaga Penggiat Anti Korupsi Makassar, Makassar Democracy Institute, dan Toddopuli Community.

Kasus dugaan korupsi PDAM Makassar yang kini terkait kerja sama PDAM Makassar dengan pihak ketiga. Kerja sama ini dinilai terdapat kontrak yang terlalu mahal dibanding kajian yang telah dilakukan sebelum kontrak. Nilai kontrak dan kajian sebelum kontrak sangat berbeda. Potensi kerugian negara itu terjadi pada kerja sama PDAM dengan PT Traya dengan nilai kontrak Rp38 miliar.
   
BPK juga menilai banyak proses pelelangan yang tidak wajar pada proyek pengembangan instalasi pengolahan air (IPA) V Somba Opu sebesar Rp 455,25 miliar lebih. Kerja sama PDAM dengan PT Baruga Asrinusa dengan nilai kontrak sekitar Rp2,4 miliar juga dicurigai ada yang tak wajar. 

Menurut Jusman, pihaknya mengapresiasi positif kasus dugaan korupsi PDAM Kota Makassar ini ditangani KPK. Alasannya, umumnya kasus-kasus yang diselidiki KPK berujung dengan penetapan tersangka. Lalu menyeret ke proses peradilan. Hasilnya, kasus-kasus tersebut terbukti bersalah.

Humas PDAM Kota Makassar Idris Tahir turut memberi klarifikasi terkait masalah ini. Menurutnya, manajemen PDAM Kota Makassar tidak akan gegabah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga jika memang dinilai merugikan PDAM atau terdapat unsure korupsi. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Muh. Taufik
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
172351 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas