KKP Gelar Fasilitator Pengelolahan Pulau Kecil
Rabu, 5 Desember 2012 00:00 WITA
La Nane
Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan,Unhas
Melaporkan dari Pulau Sebatik
TRIBUN-TIMUR,COM-Kementrian kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema “Fasilitasi pengelolaan ekosistem pulau pulau kecil” di Pulau Sebatik, Kecamatan Sey Nyamuk Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. Kegiatan Fasilitasi ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari kalangan Siswa , TNI, Kepala Desa Sekecamatan Sebatik, Dinas kelautan dan perikanan (DKP) dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Univeritas Hasanuddin. Kegiatan fasilitasi ini akan berlangsung selama dua hari hingga (5/12) di Pulau sebatik.
Direktur pemberdayaan pengelolaan wilayah pesisir menyampaikan bahwa kegiatan fasilitasi yang dilaksanakan di Pulau sebatik tidak lain karena merupakan tindak lanjut dari hasil MOU atau kerja sama antara KKP dan Universitas hasanuddin (UNHAS) yang secara legal telah mengadopsi pulau sebatik untuk melaksanakan kegiatan pembangunan ekonomi menyangkut kesejahteraan masyarakat pesisir. Pasalnya pulau sebatik merupakana wilayah Indonesia yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Sementara itu, masalah yang dihadapi oleh masyarakat pulau sebatik adalah masalah kesejahteraan dan pengelolaan sumberdaya alam yang belum optimal. Oleh karena itu, KKP secara formal telah mengadakan kerja sama dengan pemerintah untuk ikut bertanggung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Fasilitasi pengelolaan wilayah pesisir akan di isi dengan materi teknis budidaya rumput laut, Materi Mata pencaharian alternatif, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kepala Dinas kelautan dan perikanan (DKP) yang ikut membuka kegiatan pelatihan fasilitasi pengelolaan wilayah pulau pulau kecil berpesan agar peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik. “Saya berharapa agar kegiatan pelatihan failitasi ini dengan baik karena jarang kegiatan fasilitasi dari KKP yang datang dari Jakarta langsung ke pulau Sebatik” ujarnya saat membuka kegiatan fasilitasi Pengelolaan Ekosistem pulau-pulau kecil di gedung balai pertemuan umum kecamatan Sey Nyamuk, Kalimantan timur.
Pak Rustam selaku dosen Budidaya Perairan fakultasi Ilmu kelautan dan perikanan Universitas hasanuddin juga hadir memberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya rumput laut. “Saya akan melakukan penyuluhan budidaya Rumput laut” ujarnya saat ditemui di balai pertemuan ilmiah lokasi kegiatan fasilitasi kecamatan Sebatik. Dalam pemaparannya saat membawa materi beliau mengharapkan agar sumberdaya rumput laut yang dijual ke pedagang tidak berbentuk raw material atau bahan mentah tetapi dalam bentuk setengah jadi. “Klu kita mengekspor rumput laut dalam bentuk olahan karagenan maka harga dari rumput laut bisa naik dari Rp 7.000/kg menjadi 60.0000/kg”. paparnya saat membawa materi di depan peserta. Ia juga menambahkan bahwa “budidaya rumput laut sudah terbukti mampu mengentaskan kemiskinan. Selain karena harganya mahal, siklus pananenya juga cepat yakni 45 hari. Masalahnya adalah kita masih menjual rumput laut kita dalam bentuk bahan mentah bukan setengah jadi. Sehingga tidak ada perubahan yang signifikan setiap tahunnya terhadap perekonomian masyarakat pesisir” tambahnya .
Selain itu, KKP juga menghadirkan instruktur pembuatan Kue Onde-onde dan dodol dari buah mangrove jenis avicennia untuk mata pencaharian alternative masyarakat pesisir.. Sejumlah instruktur memfasilitasi peserta untuk berlatih memanfaatkan sumberdaya lokal seperti buah mangrove untuk peningkatan ekonomi dengan membuatnya menjadi makanan sepertin keripik, kue dan dodol sehingga memberikan nilai ekonomis.(*)
Berita Terkait: CITIZEN REPORTER
Penulis: CitizenReporter
Editor: taufik
