Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Timur

Nojeng Pakai Bahasa Makassar, Adin Geleng Kepala

Selasa, 27 November 2012 15:58 WITA

Nojeng Pakai Bahasa Makassar, Adin Geleng Kepala
Almarhum Adin Syekhuddin
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Wartawan Harian Tempo Makassar, Irfan Abdul Gani punya kenangan tersendiri dengan wartawan Tribun Timur desk politik, Almarhum Syekhuddin yang akrab disapa Adin. Ketika itu, Adin bersama-sama Irfan dan beberapa wartawan media lain, sedang melakukan liputan di kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Saat itu, para wartawan sedang menunggu di ruang tunggu tamu gubernur.

Sambil menunggu dipanggil menemui gubernur untuk wawancara, para wartawan mengerumuni  Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Abdullah Jabbar yang juga akan menemui gubernur. Saat sedang wawancara mengenai tingkat kelulusan siswa SMP di Sulsel tahun pelajaran 2011/2012, tiba-tiba Adin menangkap sosok Natsir Ibrahim alias Nojeng yang saat itu datang untuk menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, terkait dengan keinginannya maju sebagai calon Bupati Takalar.

"Eh, siapa yang pintar bahasa Makassar?," tanyanya kepada rekan-rekan media saat itu sehingga membuat sesi tanya jawab dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan sempat terhenti. Pada saat itu,  masih hangat-hangatnya isu soal calon Bupati Takalar yang akan diusung Partai Golkar.

Adin memang sama sekali tidak mengerti bahasa Makassar karena ia seorang perantau asal, Cirebon, Jawa Barat. "Ternyata Adin punya pengalaman sebelumnya dengan Nojeng sehingga dia mencari dari kami yang bisa bahasa Makassar," kata Irfan.

Mengutip penjelasan Adin, Irfan mengatakan jika Adin pernah dibuat pusing oleh Nojeng  lantaran saat ia wawancarai menggunakan bahasa Indonesia, Nojeng menjawabnya dengan bahasa Makassar. Karena tidak mengerti apa yang dikatakan Nojeng sehingga Adin hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Kejadian ini berlangsung pada saat nojeng menghadap ke Pak Syahrul di rumah jabatan gubernur, beberapa hari sebelumnya," tambah Irfan yang dikalangan jurnalis Makassar juga dikenal sebagai seorang Ustad.

Adin meninggal Senin (26/11/12) sekitar pukul 18.00 Wita di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Beberapa jam sebelumnya atau sekitar pukul 11.00 Wita, pahanya terlindas truk di Jalan Sultan Alauddin Makassar setelah terjatuh dari motornya. Nyawa alumnus Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur ini, tak tertolong meski sempat mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara kemudian dirujuk di RSUP Wahidin.
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas