KONSULTASI KESEHATAN

Merokok dan Sariawan, Apa Hubungannya?

setelah saya berhenti merokok, saya menjadi sering sekali kena sariawan hampir setiap bulan

Merokok dan Sariawan, Apa Hubungannya?
shutterstock

(Suwandi, 33 tahun, 55 kg, 165 cm , Malang)

JAWAB :

Bapak suwandi yang baik,

Kebiasaan merokok justru akan menimbulkan berbagai masalah di dalam seluruh tubuh anda, termasuk di dalam rongga mulut. Berikut saya paparkan berbagai macam kelainan yang dapat timbul di dalam rongga mulut yang berkaitan dengan tembakau:

1.    Keratosis rokok.
Keratosis rokok adalah suatu bukti reaksi spesifik pada orang-orang yang menghisap rokok tanpa filter dalam jangka waktu yang sangat pendek. Luka-lukanya berdekatan satu sama lain ketika mulut ditutup, mengenai bibir atas dan bawah di lokasi penempatan rokok. Menghentikan kebiasaan merokok biasanya memberi kesembuhan.

2.    Stomatitis nikotin (sariawan akibat nikotin).
Merupakan suatu respons dari struktur-struktur ektodermal pada langit-langit mulut pasien yang menghisap pipa atau cerutu berkepanjangan. Luka yang timbul berwarna putih keabu-abuan, disertai luka berwarna merah cekung. Berhenti menghisap rokok akan meredakan luka ini.

3.    Bercak snuff dipper (Luka pada pengunyah tembakau).
Suatu daerah kuning-putih berkerut pada lipatan mukosa gusi dan mukosa pipi atau bibir rahang bawah adalah indikator dari penggunaan tembakau tanpa dibakar. Tembakau yang tidak dibakar dapat digunakan dalam berbagai bentuk (dihisap baunya, dicelup, disumbatkan, atau dikunyah) dan meninggalkan tanda-tanda khasnya di daerah yang biasa disisipi tembakau terebut. Untuk mendapatkan kesembuhan, dianjurkan menghentikan pemakaiannya. Jika penampilan normalnya tidak kembali dalam 14 hari serelah pemakaian tembakau dihentikan, maka perlu dilakukan tindakan biopsi oleh Dokter Gigi.

4.    Karsinoma verukosa.
Memiliki ciri-ciri massa keputih-putihan seperti kembang kol dan bertangkai seperti kutil, disertai bintik-bintik merah muda dan merah. Pria diatas usia 60 tahun yang memakai tembakau (bukan dirokok) paling sering mengidapnya. Perawatan yang dianjurkan adalah eksisi bedah yang luas oleh Dokter Gigi.

5.    Eritroleukoplakia dan speckled eritroplakia.
Luka yang timbul berupa bercak merah yang mengandung bintik-bintik putih merata di seluruh luka terutama di daerah pinggir lidah, mukosa pipi, dan langit-langit lunak. Paling sering terjadi pada pria diatas usia 50 tahun. Kejadian ini sering dihubungkan dengan merokok berat, alkoholisme, dan kebersihan mulut yang buruk. Tindakan yang diperlukan adalah biopsi oleh Dokter Gigi.

6.    Karsinoma sel skuamosa.
Merupakan tipe yang paling umum dari kanker mulut. Rata-rata terjadi pada pasien usia 40 tahun, baik pria maupun wanita. Dapat terjadi di pinggir lidah, dasar mulut, gusi, mukosa pipi, bibir, dan langit-langit mulut. Keluhan yang paling sering adalah rasa sakit yang menetap, merasa kebas atau  merasa terbakar, kesulitan berbicara atau menelan. Tindakan biopsi oleh Dokter Gigi harus segera dilakukan.

7.    Melanosis perokok (pigmentasi yang berhubungan dengan merokok).
Merokok memberi perubahan warna yang khas pada permukaan-permukaan mukosa yang terpapar. Tanda-tanda melanosis perokok adalah adanya bercak coklat yang menyebar dengan ukuran beberapa sentimeter. Paling sering terjadi pada gusi depan rahang bawah. Daerah rawan lainnya adalah mukosa bibir, langit-langit, lidah, dasar mulut, dan bibir.

Halaman
12
Editor: Ina Maharani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved