Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jurnalis Tribun Berduka

Kesan Sahabat Adin

Kesan Sahabat Adin, jurnalis tribun berduka

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Meninggalnya wartawan Tribun Timur desk politik, Syekhuddin alias Adin, Senin (26/11/12) karena kecelakaan lalu lintas, menyisakan duka mendalam bagi semua orang yang mengenalnya.

Sepeninggal Adin, ucapan duka seakan tak berhenti diterima oleh wartawan Tribun lainnya. Sejumlah rekan almarhum yang meninggalkan seorang istri ini, bahkan mengirim tulisan kesan pertemuan terakhirnya dengan Adin. Antara lain
Dedi Alamsyah Mannaroi, Asrar Marlang, dan Arief Situju.

Berikut petikan tulisan Dedi, Asrar, dan Arief yang dikirim ke wartawan Tribun.

Sekitar 5 bulan saya sempat ketemu dgn adin ngopi tengah malam di warkop Om Ben.Ga biasax adin ajak minum kopi tengah dari jam 12 malam sampai jam 2 pagi saat itu.

Banyak hal yg kami bicarakan dr politik,keluarga masing2x hingga nasib kami menjadi anak yatim. Adin sempat sedih sekali karena dia tdk telat lihat ayahnya meninggal.Karena dr jakarta dia mau kecirebon tapi nyasar kebogor.

Saya hanya bilang sama Adin bhw kondisinya jauh lebih baik dari saya.Karena saya ga sempat lihat jenazah ayah saya sama sekali.Maklum saya saat itu di makassar ayah saya dibekasi.Ayah saya pun telah dikubur.

Adin pun terdiam saat itu matanya merah seperti menahan air mata.Bersama saya adin sepertinya agak terbuka karena saya juga terbuka apapun yang saya bicarakan.

Lalu adin bicara pada saya : "Suatu hari nanti saya harus susul ayah saya ya de" ! Saya sontak kaget sambil bilang : Istighfar ko de' ndak baik begitu.Kau punya keluarga sendiri sekarang (istrimu).Ayah kita meninggal itu takdirnya dan dia tidak mau lihat kita terpuruk karena dia.Dia mau kita kuat.

Lalu dia bilang lagi sama saya " nanti lah bos kita lihat siapa yang bisa susul duluan ayah kita masing".Lalu saya hanya diam.mencoba untuk mengerti perasaannya.

Mendengar adin kena musibah llau meninggal pas dunia berganti malam (adzan maghriB). Saya kaget dan ingat akan pembicaraan kami saat di warkop om ben itu.Ternyata mimpi adin terwujud dia bisa menyusul ayahnya yang ia cintai dan sayangi.

Demi Allah saya hanya bisa berharap dari musibah ini semua aspek pemerintah bisa awareness (peduli) untuk bisa menertibkan operasional jam truk di kota makassar. Gowa dan Makassar harus kompak jangan karena politik anda sama-sama gengsi dan lempar tanggung jawab.Seorang nyawa wartawan telah melayang dalam tugasnya.

Adin Tenanglah disana temuilah ayahmu Al Fathihah..... (Dedi Alamsyah Mannaroi-Sobatnya Adin)

Sementara Asrar Marlang yang juga Kabag Hukum KPU Sulsel, mengatakan:
Sosok almarhum, merupakan sosok yang mudah bergaul tanpa membeda-bedakan latar belakang orang. Di KPU Sulsel, Asrar merupakan orang yang cukup dekat dengan wartawan politik Tribun Timur itu.

Dia menilai, sosok Adin bukan hanya dekat sebagai konstituen." Bukan hanya hubungan wartawan dengan nara sumber. Saya dengan dia seperti sahabat. Asik sekali, tidak hanya dekat saat butuh berita," kenang Asrar di Kantor KPU Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa (27/11/2012).

Asrar mengenal alumnus Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jatim itu sebagai pribadi yang tanpa cela. Dikatakan, almarhum adalah sosok yang patuh pada ajaran agama Islam.  "Kalau bunyi adzan, duluan dia tinggalkan ruanganku pergi salat," kata Asrar.

Selain itu, dalam kesehariannya, dia menilai sosok pria yang mulai mengabdikan diri di Tribun Timur tahun 2009 silam, tidak pernah merepotkan apalagi menyusahkan orang lain. " Dia dekat dengan semua. Tidak ceplas ceplos, dia dengan nara sumbernya seperti saudara," ujar Asrar.

Satu yang tidak dilupakan oleh Asrar,  ketika dia diberi panggilan khusus oleh almarhum. " Saking dekatnya, dia panggil saya Pak Jubir (Juru Bicara). Ini yang tidak bisa saya lupakan, dia yang beri saya gelar itu," pungkas Asrar.

Penilaian yang sama juga disampaikan rekan meliput Adin di DPRD Sulsel, Arief Situju. Wartawan Berita Kota Makassar ini sangat merasa kehilangan sosok Adin.

"Almarhum merupakan sosok yang santun, taat beribadah, dan nyaris tanpa cela," kata Arief.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved