• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Timur

Cerita Kenangan Terakhir Adin

Selasa, 27 November 2012 12:26 WITA
Cerita Kenangan Terakhir Adin
int
Almarhum Adin Syekhuddin
TRIBUN-TIMUR.COM -- Syekhuddin, atau yang biasa dipanggil Adin, adalah sosok jurnalis yang layak jadi panutan. Tidak banyak bicara, banyak bekerja. Produktivitas berita cetak maupun onlinya dalam sebulan selalu termasuk yang terbanyak.

Adin orangnya pendiam. Kerap hanya tersenyum jika berpapasan dengan sejawat. Tapi kerap juga ia bercanda melempar joke-joke yang membuat orang lain tersenyum.

Adin alumni pesantren Gontor. Sepanjang pengenalan kami, Adin sosok yang alim, rajin shalat, rajin mengaji, dan kerap membagi ilmu agama, dengan teman yang membutuhkan.

Kenangan terakhir bersama Adin, terus membayangi kami, sesama jurnalis Tribun Timur.

Yasdin, rekan Adin di desk politik, mengaku masih menghubungi Adin sekitar pukul 09.00 wita, pagi hari sebelum kejadian naas terjadi, Senin (26/11/2012).

"Saya menghubungi Kak Adin sekitar jam 09.00 wita, untuk meminta petunjuk liputan, di mana bagusnya," ujar Yasdin, yang memang baru bergabung dengan Tribun.

"Yang paling saya ingat dari Kak Adin, ia selalu mengingatkan saya untuk shalat tepat pada waktunya," papar Yasdin.

Lain lagi cerita saya. Saya mengenal Adin tiga tahun, sejak ia pertama kali masuk di Tribun. Saya ingat saya pernah membawanya untuk meliput perdana di D'liquid, pertunjukan band Maliq And The Essential.

Hari terakhir bertemu Adin adalah Minggu (25/11/2012). Meski sudah tiga tahun mengenal, pertemanan saya dengan Adin hanya sebatas pembicaran melalui BBM, seputar masalah berita.

Tumben-tumbennya, hari Minggu itu kami makan bersama, dan bercerita seputar masalah pribadi. Istri, kredit rumah, dan masalah pertemanan.

Pengalaman ini juga menjadi pengalaman terakhir Meli, wartawan ekonomi Tribun Timur, yang bersama saya dan Adin makan di Warkop om Ben, tempat nongkrong Jurnalis Tribun.

"Tumben-tumbennya kami ngobrol. Makanya, saat dengar kejadian kecelakaan, saya langsung kaget," paparnya.

Suryana, wartawan Tribun Kampus, menuturkan saat terakhirnya melihat Adin. "Saya melihatnya hari Sabtu malam. Kami tidak banyak berbicara. Saya sempat tertegun melihatnya terlihat sangat bercahaya," paparnya.

Masih banyak cerita seputar Adin, yang menusuk hati kami, rekan-rekannya jika kembali diingat dan tidak bisa dipaparkan satu persatu.

Selamat jalan sahabat, Allah mencintaimu...(*)

Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas