Jurnalis Tribun Berduka

Cerita Kenangan Terakhir Adin

Tumben-tumbennya, hari Minggu itu kami makan bersama, dan bercerita seputar masalah pribadi. Istri, kredit rumah, dan masalah pertemanan.

Cerita Kenangan Terakhir Adin
int
Almarhum Adin Syekhuddin

Adin orangnya pendiam. Kerap hanya tersenyum jika berpapasan dengan sejawat. Tapi kerap juga ia bercanda melempar joke-joke yang membuat orang lain tersenyum.

Adin alumni pesantren Gontor. Sepanjang pengenalan kami, Adin sosok yang alim, rajin shalat, rajin mengaji, dan kerap membagi ilmu agama, dengan teman yang membutuhkan.

Kenangan terakhir bersama Adin, terus membayangi kami, sesama jurnalis Tribun Timur.

Yasdin, rekan Adin di desk politik, mengaku masih menghubungi Adin sekitar pukul 09.00 wita, pagi hari sebelum kejadian naas terjadi, Senin (26/11/2012).

"Saya menghubungi Kak Adin sekitar jam 09.00 wita, untuk meminta petunjuk liputan, di mana bagusnya," ujar Yasdin, yang memang baru bergabung dengan Tribun.

"Yang paling saya ingat dari Kak Adin, ia selalu mengingatkan saya untuk shalat tepat pada waktunya," papar Yasdin.

Lain lagi cerita saya. Saya mengenal Adin tiga tahun, sejak ia pertama kali masuk di Tribun. Saya ingat saya pernah membawanya untuk meliput perdana di D'liquid, pertunjukan band Maliq And The Essential.

Halaman
123
Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help