Tukang Becak Jadi Operator Iklan IA di Facebook
Rekruitment penghuni gedung berlantai tiga itu merakyat tanpa memandang siapa yang penting bisa.
Direktur Tim Media IA Syamsu Rizal, mengatakan, rekruitment penghuni gedung berlantai tiga itu merakyat tanpa memandang siapa yang penting bisa.
Kiat inilah yang menggolkan si pemuda tukang becak bernama Herman Kambuna, menjadi operator media online Media Center IA. Pria asal Raha, Sulawesi Tenggara ini pun menyudahi tarik becak dan mangkal selama tujuh tahun di Jl Dg Tata, depan kompleks Puri Tata Indah Makassar.
Mahasiswa Fakultas Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menangani website IA merakyat, Twitter IA, dan Facebook IA.
Awalnya, lanjut Herman, dirinya gabung di Media Center IA sebagai pembantu kebersihan. Namun karena selalu diberi peluang mengutak-atik komputer, ia pun jadi raja dunia maya IA.
"Saya bergabung di sini karena dipanggil sama kak Syamsu Rizal, dulu, katanya kru IA merakyat. Perkenalan saya dengan Kak Ical (sapaan Syamsu Rizal) itu berlangsung di becak, beliau memang peduli dan akrab dengan tukang becak," kata Herman Kambuna kepada Tribun di Media Center IA, Makassar, Minggu (25/11/2012).
Jiwa ulet tarik becak pria berumur 22 tahun ini ternyata tidak hilang hingga memperjuangkan IA di dunia maya. Pemuda yang terbiasa menelan "kopi pahit" ini tampil beda di antara personel Media Center IA lainnya.
Kalau saja kru IA lainnya giat beriklan melalui media cetak dan media online lainnya, namun Herman Kambuna punya cara tersendiri. Dengan penuh inisiatif, ia mampu menjebol halaman jejaring Facebook untuk mengiklankan IA.
Gambar-gambar ekslusif IA pun tembus diiklankan di halaman facebook dan update setiap harinya.
Upaya Herman Kambuna merasuki facebook berhasil setelah terjebak larut bersama ribuan facebooker. Satu dia antaranya mampu ia jadikan teman akrab menjebol laman mendunia ini.
"Kakak-kakak di sini selalu mengarahkan saya untuk belajar lebih baik, makanya saya pun dipercaya menangani website IA merakyat, twitter dan FB IA. Soal iklan di Facebook, itu tergolong cukup rumit demi menembus perusahaannya, upaya itu pun sukses ketika saya sharing dan dibantu seorang bapak yang mahir di facebook bernama bang Hasan, sehingga IA bisa diiklankan di FB," ungkap Herman Kambuna.
Tak sekadar menjadi operator di Media Center IA, Herman rupanya juga memiliki cita-cita yang ia anggap besar ke depannya, yakni jadi wartawan.
"Saya suka peranan besar wartawan selama ini, ya Allah semoga saya
bisa jadi wartawan," ujar Herman sembari mengangkat kedua telapak
tangannya.(*)