• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Timur

Sekolah Indonesia di Bangkok

Jumat, 2 November 2012 17:15 WITA
Andi Taufiq Nadsir
warga Makassar
melaporkan dari Bangkok, Thailand.

TRIBUN-TIMUR.COM--Warga negara Indonesia yang ingin berdomisili atau tinggal sementara di Bangkok, Ibu Kota Thailand, tidak perlu khawatir dengan kelanjutan sekolah putra-putrinya.

Pasalnya, Kedutaan Besar RI di Bangkok menyiapkan sarana pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA untuk warga negara Indonesia yang berdomisili atau tinggal sementara di Bangkok.

Kurikulum yang digunakan semua kurikulum Indonesia. Pakaian seragamnya, pun ciri Indonesia. Yakni kemeja batik coklat dipadu celana/rok coklat tua. Interaksi antar siswa dan siswa dengan guru juga menggunakan bahasa bangsa sendiri, Indonesia.

Ijazahnya dapat digunakan mendaftar di sekolah lanjutan atau  perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia. Namanya, Sekolah Indonesia-Bangkok, berdiri tepat di belakang gedung KBRI di atas lahan sekitar 2,4 hektar.

Sekolah berstatus negeri, sama statusnya dengan sekolah negeri di Indonesia. Kepala sekolah dan gurunya pun pegawai negeri. Ada juga tenaga honorer. Semua direkrut di Indonesia. Kepala sekolah terpilih, seorang kepala sekolah dari Semarang yang lolos seleksi.

Dalam perbincangan dengan istri Duta Besar RI untuk Thailand, Andi Tenri Luthfi, diperoleh informasi bahwa sudah ada jebolan sekolah ini menjadi anggota parlemen di senayan dari Partai Demokrat. Dan dia adalah mantan menteri di era Presiden Gus Dur.

"Maaf saya lupa namanya. Tapi alumni sekolah sini karena orang tuanya mantan dubes di sini," kata Tenri dengan aksen bugis yang kental.

Sekolah ini, lanjut wanita asal Soppeng ini, seluruh siswanya semua orang Indonesia. Para orang tua mereka berdomisili dan bekerja di Bangkok. Ada yang di KBRI, Toyota, dan perusahaan swasta  lainnya.

Tidak semua KBRI memiliki sekolah. Ada beberapa saja yang besar seperti, KBRI  Manila, Rusia, dan Myanmar. Sekolah ini berdiri sejak belasan tahun lalu.
Penulis: CitizenReporter
Editor: Imam Wahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas