Haji 1433 H
Innalillah, 9 Jamaah Meninggal
Sebanyak sembilan jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia selama dua hari, Jumat hingga Sabtu di Mina, Arab Saudi.
Demikian dikatakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimayu di Mina, Minggu (28/10/2012).
Sementara yang sedang dalam perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia Mina berjumlah 153 orang, masing-masing 37 dirawat inap dan 116 dirawat jalan. Sebanyak 23 pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi di Mina.
Dengan demikian, sudah 133 jemaah haji Indonesia tmeninggal dunia di Arab Saudi pada musim haji tahun ini.
Menurut Anggito, faktor kelelahan adalah penyebab menurunnya ketahanan fisik para anggota jemaah haji. Prosesi ibadah di Mina, tambahnya, memerlukan ketahanan fisik prima karena berjalan kaki melontar jumrah pulang pergi bisa mencapai sekitar tujuh sampai delapan kilometer, terutama dari kawasan Mina Jadid ke Jamarat.
Saat ini seluruh anggota jemaah haji Indonesia sedang berada di Mina untuk melakukan mabit dan lempar jumrah.
Sebagian anggota jemaah juga menginap di Mekkah, tetapi tetap harus ke Mina untuk mabit dan lempar jumroh. Pelaksanaan lempar jumroh berlangsung lancar walaupun ribuan manusia berkumpul di Jamarat berlantai tiga itu.
Sementara itu terkait waktu-waktu rawan prosesi kegiatan jemaah haji pada masa mendatang, Anggito menyebutkan ada kaitannya dengan transportasi dan pemulangan jemaah.
Transportasi dari Mekkah ke Medinah, lanjutnya, akan diusahakan agar lancar dan renegosiasi dengan pihak Organda Arab Saudi mengenai jenis bus yang kurang layak bagi angkutan jarak jauh.
Kejadian kebakaran bus angkutan jemaah dari Medinah ke Mekkah yang menyebabkan sejumlah koper anggota jemaah hangus bersama parpornya pada 12 Oktober lalu mendorong adaya negosiasi ulang terkait masalah angkutan.
Anggito juga mengunjungi maqtab nomor 56 dan menemukan adanya kran air yang bocor dan airnya muncrat ke atap kamar mandi tempat lampu neon diikatkan. Para jemaah mengadu merasa ketakutan kemungkinan terjadinya listrik korsleting karena semburan air ke listrik di atap kamar mandi tersebut.
Masalah itu selanjutnya dilaporkan Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis kepada penanggung jawab maqtab yang tinggal di tenda dekat pintu masuk lokasi dan petugasnya segera bersiap memperbaikinya sesaat kemudian.