Senin, 2 Februari 2015
Home » Opini

Seruan P3KI Jelang Hari Pahlawan

Sabtu, 27 Oktober 2012 17:14 WITA

Seruan P3KI Jelang Hari Pahlawan

Masih terkait HARLAH I Penerus Perintis Perjuangan Indonesia P3KI mengagendakan sejumlah kegiatan sebelum hari puncak peraayaan yang bertepatan hari Pahlawan Nasional 11 November 2012 di Lapangan Karebosi Makasar.  Dialog Kepahlawanan telah sukses dilaksanakan di. Tribun Timur.  Merespon kegiatan tersebutn Dewan Pendiri dan Pembina Utama P3KI Andi Rahman Petta Wawo Karaeng Ratea Opu Sappe Wali menghaturkan terima kasihnya kepada         narasumber dan peserta yang berkenan hadir.   

Dikesempatan terpisah beliau, Andi Rahman Petta Wawo Karaeng Ratea Opu Sappe Wali,  merespon pertanyaan seorang peserta yang menyatakan Bhineka Tunggal Ika kini menjadi Bhineka Tinggal Duka.

Menurut beliau Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa indonesia. Dengan keberagaman suku, agama, bahasa dan budaya maka bangsa ini rawan untuk mengalami perpecahan, konplik horizontal dan tentunya akan meronrong persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menyadari hal ini, para pendahulu kita berjuang untuk mencapai satu titik kemufakatan yang berbuah dengan lahirnya “SUMPAH PEMUDA” Ttgl 28 Okt 1928.  Dan terbukti bahwa dengan satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yaitu “INDONESIA” dan di bawah naungan “SANG SAKA MERAH PUTIH” maka kemerdekaan Indonesia diproklamirkan tgl 17 agustus 1945.

Akan tetapi seiring denga  perjalalnan waktu bangsa ini melupakan dan cenderung meninggalkan identitasnya dan kembali bercerai berai. Menyadari kekacauan kondisi bangsa ini maka Dewan  Pendiri dan Pembina Utama P3KI  menekankan bahwa P3KI hadir dan dilahirkan untuk mengembalikan kedaulatan bangsa indonesia, untuk memperkuat Pancasila dan UUD 1945 sebagai Dasar Negara.

Pendiri Utama P3KI menyatakan bahwa  untuk mencapai cita-cita luhur bangsa Indonesia maka diperlukan persatuan dan kesatuan Bangsa yang berkedaualatan rakyat yang meski ber-bhineka namun terangkul dalam Satu Bangsa, Satu Tanah Air, Satu Bahasa, yaitu INDONESIA dibawah naungan satu Bendera yaitu bendera sang saka merah putih yang sesuai ikrar sumpah pemuda 28 okt 1928. Pancasila dan UU 1945 tidak terikrar begitu saja tapi merupakan buah pemikiran para pendahulu kita dan dirahmati oleh Tuhan yang maha Esa.

Olehnya nilai-nilai yang termuat didalamnya semestinya kembali untuk ditegakkan demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila adalah perekat bagsa ini, sebagai contoh untuk  sila pertama, Ketuhanan yg maha esa, didalamnya memuaat nilai bahwa kemerdekaan Indonesia hanya ada 2 kata, yaitu MERDEKA dan ALLAH AKBAR. Dan dengan 2 kata kunci ini pula maka Indonesia baru dapat terwujud (insyaallah). Dengan kata lain bahwa  hanya dengan berketuhanan maka persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud.

Kegiatan lain yang diagendakan oleh P3KI adalah peresmian PESANTREAN BINAAN, peternakan dan perikanan di Kabupaten Soppeng tepatnya tanggal 8-9 November 2012 mendatang. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa dengan adanya persatuan dan kesatuan yakni dengan kesadaran tekad untuk membangun Indonesia Baru yang sesuai cita-cita proklamasi, maka P3KI akan memulainya membangun dari sektor ekonomi pertanian, peternakan, perikanan yg mandiri. Dan Mou dengan Menteri Koperasi pun telah dipersiapkan untuk ditandatangani 10 November yang bertepatan dengan pelantikan 5 DKC P3KI di Sulsel.

Halaman12
Penulis: CitizenReporter
Editor: AS Kambie
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas