A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Wali Kota Minta Pembangunan Energy Center Dipercepat - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Timur

Wali Kota Minta Pembangunan Energy Center Dipercepat

Rabu, 24 Oktober 2012 14:21 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mendesak jajarannya untuk serius mempercepat pelaksanaan pembangunan Kawasan Energy Makassar atau Makassar Energy Center (MEC).

Pembangunan MEC dirancang untuk menjadi pusat penampungan stok energi di Kota Makassar yang rencananya dibangun dalam suatu kawasan dengan luas lahan mencapai 500 hektare di muara Sungai Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar.

Rencana pembangunan ini dirancang Pemerintah Kota Makassar dengan menggandeng pihak swasta, yakni PT Asindo Energy Makassar dengan sistim bangun, guna, serah. Desakan ini dinyatakan Ilham saat menggelar pertemuan dengan  Direksi PT Asindo Energy di Balai Kota Makassar, Rabu (24/10/2012).

Ilham mengatakan, pembangunan kawasan MEC bisa secepatnya terlaksana, hal tersebut karena rencana pembangunan yang direncanakan sejak 3 tahun lalu masih tersendat. Hingga saat ini, rencana pembangunan MEC terkendala pada landasan hukum untuk pendirian, dikarenakan draft Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar masih belum disahkan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kepala Bagian Hukum Setda Kota Makassar, Apriady mengatakan, apabila RTRW kota hasil revisi belum disahkan maka peraturan lama yakni  Perda Nomor 06 Tahun 2006 tentang RTRW, dapat dijadikan dasar hukum untuk melaksanakan pembangunan.

Apalagi Pemkot sangat mengharapkan pembangunan MEC sudah bisa terlaksana pada tahun ini, pembangunan MEC ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 2,3 Triliun yang sumber dananya murni dari PT Asindo.

"Sebelum akhir tahun ini harus sudah ada keputusan untuk membangun MEC di muara Sungai Tallo. Untuk itu semua pihak dan instansi yang terkait harus sudah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan oleh PT Asindo untuk pembangunan MEC," papar Ilham.

Bentuk kerjasama yang akan dilakukan pemkot dengan Asindo yakni kawasan hasil reklamasi pantai nantinya menjadi tanah pemerintah kota yang dilanjutkan ke Badan Pertanahan Nasional untuk dikeluarkan hak pengelolaaan untuk selanjutnya diterbitkan HGU dan HGB-nya.

Asindo nantinya akan membangun berbagai fasilitas tambahan sebagai pendukung seperti kawasan perkantoran, rumah sakit, pusat riset energi, shopping centre, ballroom, kawasan perumahan, dan berbagai sarana lain.

Total luas lahan yang akan digunakan untuk dijadikan kawasan energy seluas 300 hektare dengan membangun tangki-tangki penampungan, sedangkan 200 hektare akan dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pendukung.

"Kontrak pemanfaatan lahan ini dirancang selama 30 tahun diluar waktu pembangunan yang dirancang selama lima hingga delapan tahun. Proyek ini sendiri akan mulai memasuki vasibilty study mulai tahun depan. Total keuntungan yang akan masuk ke kas Pemkot Rp 55 miliar dengan total pemasukan ke negara mencapai Rp 1,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Asindo Energy, Soejono Usman.
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Imam Wahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
134251 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas