A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ini Asal Mula Mie Titi di Makassar - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Timur

Ini Asal Mula Mie Titi di Makassar

Senin, 24 September 2012 08:51 WITA
Ini Asal Mula Mie Titi di Makassar
int
mie titi
 MIE Titi sudah jadi hidangan kuliner khas Makassar. Tapi, tahu tidak, masakan mi kering yang bakar dan dilengkapi kuah berbumbu kental itu,
ternyata bukan nama mie, seperti mie kuah, mie bakso, atau mi goreng.

Titi sebenarnya adalah sapaan akrab mendiang Angko Tjao, ayah dari Freddy Koheng, pemilik usaha mi Titi di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo (d/h Jl Irian), Makassar.

Titi pun bukan sebutan orang atau nama diri. Dalam bahasa Tionghoa, Titi berarti adik laki-laki. "Itumi yang terkenal sampai sekarang," kata Freddy, kepada Tribun, akhir pekan lalu.

Seiring waktu, hingga di medio tahun 1990-an, mie titi, akhirnya menjadi usaha keluarga. Menurut Freddy, setiap adik-adiknya menikah.

Maka mereka pun membuka jejaring usaha Mie Titi untuk menghidupi keluarganya. Sekarang Mi Titi sudah memiliki delapan jaringan. Tiga diantara cabang Mi Titi, seperti pusat Jl Irian, cabang Jl Boulevard dan Jl Datuk Museng dikendalikan Fredy Koheng.

Bagi warga Tionghoa Makassar di era 1950 an, khusunya di kawasan Pecinan, Angko Tjao, adalah pedagang mie khas. Saat itu, warga sekitarnya menyebutnya, mi dadar atau mi yang digoreng dengan sedikit
minyak, lalu ditekan-tekan wajan hingga gepeng menyerupai telur dadar.

Mi bakar atau goreng adalah masakan khas Tionghoa Kwantong. Sedang mi goreng sedikit basah adalah masa khas Tionghoa Hokkian.

Kalau pun kemudian, kini lebih dikenal dengan mie kering, itu karena mie-nya disajikan tidak dalam keadaan basah, seperti mie kuah, atau mie bakso,melainkan dalam keadaan kering.(*)

Selengkapnya baca di Tribun edisi cetak hari ini
Penulis: Muh. David Aritanto
Editor: Ina Maharani
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas