A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Taliban Serang Kamp Nato karena Film - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Timur

Taliban Serang Kamp Nato karena Film

Sabtu, 15 September 2012 19:06 WITA

Taliban mengatakan kepada BBC, mereka melakukan serangan terhadap kamp Bastion NATO di Afganistan sebagai balasan atas film yang menghina Islam. Setidaknya dua orang marinir AS tewas ketika militan menyerang batas basis pertahanan di Helmand.

Juru bicara Taliban Qari Yousef Ahmadi mengatakan kepada BBC bahwa sasaran mereka adalah tentara AS dan Inggris dan10 orang pemberontak.

Pejabat NATO mengatakan pemberontak yang menyerang kamp Bastion menggunakan senjata genggam, roket dan mortir.

Kamp Bastion memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan merupakan bandara tersbiuk di dunia karena besarnya jumlah helikopter dan pesawat yang terbang dan mendarat di daerah tersebut.

Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris tengah ditempatkan di sana, dalam penugasan yang kedua di Afganistan.

NATO mengatakan kepada Reuters, bahwa Pangeran Harry berada dalam kamp ketika serangan terjadi, tetapi tidak berada dalam bahaya.

Serangan yang terjadi di Afganistan itu dikhawatirkan akan meningkatkan kekerasan di negara itu setelah penarikan pasukan asing pada 2014 mendatang.

Protes menyebar

Protes yang berujung kekerasan menentang barat terjadi di sejumlah negara Muslim, menyusul kemarahan yang terjadi akibat film yang dianggap menghina Islam.

Protes terhadap fillm "Innocence of Muslims" - mulai terjadi di Mesir pada Selasa lalu. Kemudian, Jumat lalu setidaknya tujuh orang tewas dalam kerusuhan di Khartoum, Tunis dan Kairo.

Film yang diproduksi di AS, menampilkan Nabi Muhammad sebagai pemimpin kelompok yang haus darah, diedarkan melalui situs YouTube.

Negara-negara barat telah meminta agar kekerasan yang menyasar kantor kedutaan mereka dihentikan.

Jumat lalu, Uni Eropa mendesak pemimpin Arab dan negara Muslim untuk menyerukan perdamaian dan mengendalikan kekerasan.

"Sangat penting bagi pemimpin di negara yang terdampak untuk menyerukan perdamaian dan mengendalikan, apa yang telah terjadi di sejumlah negara," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

AS telah mengirimkan pasukan marinir untuk menjaga kantor kedutaannya di Khartoum dan meminta Sudan untuk melindungi diplomat asing.

Wakil Presiden AS Joe Biden meminta kepada mitranya Ali Osman Taha untuk meningkatkan pengamanan terhadap kantor kedutaan AS dan negara barat lainnya di Khartoum.

"Wakil presiden Biden menegaskan kembali tanggung jawab pemerintah Sudan untuk melindingi fasilitas diplomatik dan menekankan pemerintah untuk memastikan perlindungan terhadap para diplomat di Khartoum," demikian pernyataan Gedung Putih.

Ribuan masa menyerang kantor kedubes AS di Khartoum Jumat (14/9/2012) lalu, dan radio pemerintah menyatakan tiga orang pemrotes tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Kantor kedubes Jerman dan Inggris juga diserang di Khartoum, menyusul film kontroversial yang tidak ada kaitannya dengan negara tersebut.

Kedutaan besar AS telah menjadi sasaran serangan di Libya , yang menewaskan duta besarnya dan dua orang staf Kedubes AS.

Pasukan Marinir telah diterjunkan ke Libya pada Rabu lalu, dan juga ke Yaman.
Editor: Ina Maharani
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas