
MANCHESTER, TRIBUN-TIMUR.COM -- Karena kesalahpahaman,
Manchester City mengajukan proposal transfer untuk penyerang Barcelona,
Lionel Messi, pada September 2008. Barcelona menolak proposal bernilai
30 juta poundsterling atau sekitar Rp 446 miliar itu dan tak lama
setelahnya, City menyelesaikan transfer Robinho dari Real Madrid.
Hal tersebut merupakan keterangan Ketua Eksekutif City pada Mei 2008 - September 2011, Gary Cook, dalam buku ‘The Manchester City Years’ yang ditulis Gary James.
City
diambil alih perusahaan asal Uni Emirat Arab, Abu Dhabi United Group
for Development and Investment (ADUG), milik Sheikh Mansour bin Zayed Al
Nahyan, pada Agustus 2008.
Setelahnya, menurut Cook, Sheikh Mansour menyampaikan rencana untuk City kepada seorang eksekutif City, melalui telepon.
"Ia (eksekutif itu) mengeluarkan komentar: 'It's all getting messy' (semuanya jadi kacau). Melalui telepon dan saluran komunikasi lain, (komentar itu) diterjemahkan menjadi: 'Get Messi' (Dapatkan Messi)," ujar Cook.
"Sebuah tawaran senilai sekitar 30 juta poundsterling untuk Messi dibuat. Tawaran itu ditolak," tambahnya.
Sepeninggal Cook, City tak punya ketua eksekutif, sampai mengangkat Ferran Soriano pada Jumat (17/8/2012). Soriano merupakan wakil presiden Barcelona pada 2003-2008 dan akan mulai bekerja secara efektif pada 1 September 2012.
