Selasa, 25 November 2014
Tribun Timur

Wali Kota Ikut Tertibkan Penonton Barca Vs Kakha

Jumat, 17 Agustus 2012 22:17 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Barukang Cambayya (Barca) 27 FC hanyalah tim sepakbola amatir yang bermarkas di Kelurahan Barukang, Kecamatan Tallo, Makassar. Namun, jika melihat pemain-pemain yang memperkuat tim ini pada babak final Liga Ramadan 2012 melawan Kakha FC, Jumat (17/8/12) sore, tim ini layak berpentas di Liga Super Indonesia (LSI) atau Liga Prima Indonesia (LPI).

Inilah skuad Barca 27 saat bertanding melawan Kakha FC di Lapangan Hasanuddin, Makassar, sore tadi. Striker: Ahmad Amiruddin (Arema LPI/mantan PSM), Marwansyah Agung (mantan PSM). Gelandang: M Ilham (Persib Bandung), Hendra Ridwan (Persib Bandung/mantan PSM), Ardan Aras (Pelita Jaya/mantan PSM), Arsyad Aras (Persisam Samarinda/mantan PSM). Belakang: Handi Hamsah (Persiwa Wamena/mantan PSM), Rahmat Latif (Persiba Balikpapan/mantan PSM), Zulkifli Syukur (Persib Bandung/mantan PSM), dan Faturahman (mantan PSM). Hanya kiper Barca FC yang tak populer di kancah sepakbola nasional.

Sayangnya, keberuntungan tak berpihak pada tim milik pengusaha Nurdin Taqwa ini. Di babak final yang harus diakhiri dengan adu penalti, Barca kalah dengan skor 2-3. Lawannya, Kakha FC, meskipun dihuni mayoritas pemain muda, memang bukanlah lawan mudah. Sebab, tim ini juga diperkuat lima pemain PSM musim lalu.

Duo gelandang muda timnas, Rasyid Asyahid Bakrie dan Kurniawan Karman menjadi motor tim di lini tengah. Posisi stopper diisi Fandy Edy, sedangkan striker diisi Ismail Haris dan Ilija Spasojevic. Namun, dalam laga final ini, Spaso tidak diturunkan karena sehari sebelumnya sudah keburu pulang ke negaranya.

Babak final ini, ditonton seribu lebih masyarakat Makassar. Tentu, mereka tidak terlalu memedulikan hasil akhir pertandingan. Yang ingin mereka saksikan adalah aksi para pemain-pemain pujaan mereka yang selama ini "mungkin" hanya bisa mereka saksikan lewat televisi. Liga Ramadan ini, sekaligus dijadikan hiburan masyarakat Makassar sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Membeludaknya penonton yang menyaksikan laga pamungkas Liga Ramadan ke-IX yang memperebutkan Piala Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, dapat dilihat dari sulitnya panitia menertibkan penonton untuk tidak masuk lapangan saat adu penalti akan berlangsung.

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yang hadir untuk menonton sekaligus memberikan hadiah kepada juara, bahkan harus turun tangan menertibkan penonton melalui pengeras suara.

"Ini Wali Kota yang bicara. Mohon semua penonton tidak masuk lapangan supaya adu penalti bisa segera dilakukan. Oe, mundur mako karena mau maki buka puasa ini'e," kata Ilham melalui pengeras suara.

Untungnya, "perintah" calon Gubernur Sulsel pada Pilgub Sulsel 2013 mendatang ini, cukup didengar oleh para penonton sehingga adu penalti dapat dilangsungkan.

"Panitia yang salah ini karena tidak mengantisipasi penonton akan membeludak. Apalagi Barca yang main di final. Di klub itu banyak pemain bintang jadi banyak penonton mau lihat dari dekat pemainnya," ujar Zul, salah seorang penonton.

Manajer Barca 27, Nurdin Taqwa mengaku agak kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Namun, katanya, dia dapat menerimanya karena klub bertabur bintang tidak harus selalu menang. "Saya kecewa tapi inilah sepakbola," ujar pria muda yang akrab disapa Bos Udin ini.
Penulis: Imam Wahyudi
Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas