A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penyelidikan Kasus Bansos Salahi Prosedur - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Timur

Penyelidikan Kasus Bansos Salahi Prosedur

Rabu, 15 Agustus 2012 00:21 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Majelis hakim yang menyidangkan kasus tindak pidana korupsi penyelewengan dana anggaran bantuan sosial (bansos) Pemprov Sulsel senilai Rp 8,8 miliar 2008 lalu dituding telah menyalahi prosedur dalam proses pemeriksaan.

Pasalnya, banyaknya kesalahan bukti dan fakta yang ditemukan majelis hakim dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saksi yang dilakukan penyidik Kejati Sulsel.

“Kesalahan ini kan sangat patal, tidak mungkin ini kesalahan salah ketik karena berulangkali terjadi,” tegas Ketua majelis hakim Zulfahmi, saat memimpin jalannya proses persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (14/8/2012 ).

Kesalahan ini dinilai fatal, karena hasil proses pemeriksaan berita acara (BAP) menjadi rujukan jaksa dalam melahirkan dakwaan dan tuntutan terhadap terdakwa yang menyeret nama Bendahara Pengeluaran Kas Daerah (BPKD) Pemprov Sulsel Anwar Beddu.

"Ini kan menyangkut nasib seseorang atau terdakwa, jika dalam prosedur pemeriksaan salah maka dapat dipastikan dakwaan jaksa serta tuntutannya pasti amburadul. Jadi jaksa seharusnya lebih berhati-hati,” tambah anggota hakim Tipikor lainnya Muhammad Damis didampingi hakim adhoc Rostansar.

Hal ini menjadi perhatian hakim lantaran banyaknya kesalahan keterangan saksi yang tercantum dalam BAP terdakwa. Pada proses sidang lanjutan yang digelar, siang tadi, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi dari jaksa penyidik bansos Kejati Sulsel Ginanjar Cahya Permana.

Sebelumnya, Kejaksaan berkukuh tidak akan mengutus jaksa penyidik untuk memberikan kesaksiannya di pengadilan menyangkut adanya kesalahan ketik yang dinilai patal oleh majelis hakim.(*)
Editor: Ridwan Putra
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98145 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas