A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dewan: Pemkot Makassar Tunduk pada “Pengusaha Hitam” - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Timur

Dewan: Pemkot Makassar Tunduk pada “Pengusaha Hitam”

Selasa, 14 Agustus 2012 19:41 WITA
MAKASSAR, TRIBUN–TIMUR.COM -  Komisi B DPRD Sulsel menuding Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan jajaran pemerintahannya di tingkat kecamatan dan kelurahan terkesan melakukan pembiaran terhadap upaya penimbunan secara sporadis laut yang terjadi di perkampungan masyarkat nelayan Buloa, Kecamatan Tallo Makassar.

Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Kadir Halid bahkan mengatakan Pemkot Makassar tidak berkutik dengan aksi intimidasi yang menjurus pada upaya premanisme di tempat tersebut.
Bahkan, dengan keras, Kadir pun menyebut Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan jajarannya di tingkat kecamatan dan kelurahan telah bertekuk lutut pada pengusaha yang ia sebut “pengusaha hitam”.

“Lucu ini pemerintahan (Kota Makassar), wali kota seperti tidak berkutik menghadapinya, camat apalagi. Harusnya pemerintah pro rakyat bukan pro pengusaha, pengusahanya pun pengusaha yang tidak jelas, pengusaha (daftar) hitam,” kata Kadir, Selasa (14/8).

Kegeraman adik kandung mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid ini memuncak setelah melakukan peninjauan dan bertemu langsung dengan masyarakat di perkampungan nelayan, di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Komisi B di DPRD Sulsel terpaksa “turun gunung” merespon aspirasi masyarakat setempat yang mengadukan penyerobotan lahan tempat tinggalnya dengan disertai ancaman dan intimidasi segerombol preman yang diduga disewa oleh pihak tertentu.

Sebelumnya, puluhan masyarakat Buloa mengadukan nasib mereka dengan menggelar demonstrasi di gedung DPRD Sulsel. Mereka berharap pemerintah menghentikan aksi penimbunan laut dan intimidasi preman di wilayahnya.

“Mereka (warga Buloa) sudah mengadu ke pemkot, sudah juga mengadu ke DPRD Kota Makassar tapi sampai sekarang belum ada solusi untuk menghentikan penimbunan dan premanisme di sana, makanya kami di Komisi B DPRD Sulsel turun untuk meninjau ke lokasi,” kata politisi Golkar ini.(*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98135 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas